Universitas Indonesia Perkenalkan Teh Mangrove di Pulau Harapan Kepulauan Seribu
📅 Kamis, 27 Nov 2025, 07:43 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA
DEPOK – Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Farmasi Universitas Indonesia (FFUI) memperkenalkan Teh Mangrove di Pulau Harapan Kepulauan Seribu sebagai produk herbal antioksidan yang bisa menjadi oleh-oleh khas daerah setempat.
Inovasi ini disosialisasikan melalui program pengabdian masyarakat yang memadukan riset ilmiah, edukasi kesehatan, dan pengembangan produk lokal.
Teh mangrove yang diperkenalkan merupakan hasil kreasi langsung Ketua Pengmas FFUI Dr. apt. Donna Maretta Ariestanti, bersama tim pengmas FF UI yang terdiri atas mahasiswa-mahasiswa FF UI Fahrani Asvita, Lucia Deandra Audrey, Nafisa Thahira, Raihana Ghibtha Putri, Samuel Adyatama Budiman, Bonita, dan Sultan Basyha Azis.
"Produk ini dikembangkan melalui pemilihan jenis mangrove paling potensial serta formulasi beberapa varian rasa yang telah melalui taste testing internal," kata Donna di Depok, Rabu (26/11).
Inovasi tersebut juga tengah dipersiapkan untuk diajukan sebagai paten, namun Donna memastikan bahwa hak produksi dan pemanfaatannya akan digratiskan bagi warga Kepulauan Seribu sebagai bentuk dukungan terhadap kemandirian ekonomi masyarakat pesisir.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pulau Harapan memiliki ekosistem mangrove yang melimpah, tetapi sebagian besar belum dimanfaatkan secara optimal.
Melalui kegiatan ini, FF UI menunjukkan bahwa daun mangrove mengandung flavonoid dan polifenol dengan aktivitas antioksidan tinggi dan aman diolah menjadi minuman kesehatan.
Penggunaan daun juga jauh lebih berkelanjutan karena dapat dipanen tanpa menebang pohon, sehingga sekaligus mendukung upaya pelestarian ekosistem mangrove.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selama kegiatan, tim FF UI melatih warga memproduksi teh mangrove mulai dari pemilihan daun, pengeringan, pengolahan, hingga pengemasan higienis. Warga juga mempelajari dasar-dasar branding, pembuatan desain kemasan, serta strategi pemasaran digital agar produk dapat dijual secara menarik, baik untuk wisatawan yang berkunjung maupun pasar daring.
Dalam penjelasannya, Donna menekankan pentingnya pengembangan produk lokal berbasis potensi alam kepulauan.
“Pulau ini kaya akan mangrove, tetapi potensinya belum dimanfaatkan secara optimal. Daun mangrove memiliki kandungan antioksidan alami dan bisa diolah menjadi minuman kesehatan yang sustainable. Selain itu, Pulau Harapan juga belum memiliki produk oleh-oleh khas, sehingga teh mangrove ini berpeluang besar menjadi identitas baru yang bernilai ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa keterampilan yang diberikan diharapkan dapat menjadi modal jangka panjang bagi warga. Dengan kemampuan pengolahan, pembuatan kemasan, hingga pemasaran digital, masyarakat diharapkan mampu mengembangkan usaha rumahan yang berkelanjutan.
Nilai ekonomi dari produk ini juga dapat mendorong warga untuk menjaga dan menanam kembali mangrove sebagai sumber daya yang bermanfaat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!