Merawat Identitas Jakarta Lewat Pelestarian Bahasa Betawi, Komunitas Punya Peran Penting
📅 Kamis, 09 Jul 2026, 19:59 WIB | Oleh: Opik
JAKARTA - Kepala Kantor Bahasa Provinsi Banten, Devyanti Asmalasari menyampaikan komunitas berperan penting untuk terus menghidupkan bahasa Betawi melalui berbagai kegiatan tradisi termasuk seni.
"Komunitas berperan penting, karena ketika sekolah itu mengajarkan bahasa Betawi, komunitas ini yang menghidupkannya. Bahasa itu bisa hidup dari komunitas," kata dia dalam Simposium Kebudayaan Jakarta 2026 di Jakarta, Kamis (9/7).
Selain komunitas, keluarga juga menjadi salah satu simpul utama pelestarian bahasa daerah termasuk Betawi, karena menjadi bahasa pengantar dalam percakapan antar-anggota keluarga.
Menurut Devyanti, bahasa daerah itu hidup karena dipakai, diwariskan dan dihargai. Karena itu, harus dipastikan bahwa ekosistem pewarisan bahasa bisa berjalan dengan baik.
Hal ini, sambung dia, memerlukan dukungan dari lintas sektor antara lain pemerintah, lembaga kebahasaan, badan bahasa dan kantor bahasa, keluarga, sekolah, dan perguruan tinggi yang mengadakan kajian-kajian.
Selain itu, perlu juga dukungan komunitas, media untuk bisa menghidupkan bahasa daerah di ruang-ruang publik, serta dukungan industri kreatif, dunia usaha, dan masyarakat.
"Tentunya banyak komponen, mulai dari keluarga, sekolah, komunitas, ruang publik, media digital, dan juga industri kreatif bisa membentuk ekosistem pewarisan bahasa, sehingga bahasa Betawi bisa diwariskan di setiap ruang-ruang bahasa," kata dia.
Devyanti mengatakan, Bahasa Betawi merupakan bagian otentik dari Jakarta, dan bisa meningkatkan daya saing sebagai kota global. Namun, dia mencatat bahwa terdapat penurunan jumlah penutur bahasa Betawi terutama di kalangan generasi muda.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan itu terjadi, salah satunya merasa bahasa global itu lebih keren, sehingga enggan menggunakan Bahasa Betawi.
Karena itu, perlu diupayakan agar masyarakat Betawi memiliki kebanggaan terhadap Bahasa Betawi, memiliki kesetiaan terhadap Bahasa Betawi, dan juga kesadaran dalam Bahasa Betawi.
"Sebetulnya untuk pemerintah daerah, sudah ada regulasi yang jelas, bagaimana pemerintah daerah wajib melaksanakan pelestarian bahasa daerah yang ada di daerahnya," kata Devyanti. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!