Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bola Mati dan Serangan Balik Cepat Diprediksi Dominasi Pertandingan Piala Dunia 2026

📅 Rabu, 20 Mei 2026, 07:10 WIB | Oleh:
Bola Mati dan Serangan Balik Cepat Diprediksi Dominasi Pertandingan Piala Dunia 2026 Doc: AFP
Ket. Ilustrasi pertandingan Piala Dunia.

PARIS — Piala Dunia selalu menjadi puncak tertinggi sepak bola, trofi yang diimpikan setiap pemain sejak kecil. Namun, apakah turnamen empat tahunan itu benar-benar menampilkan kualitas permainan terbaik di dunia masih menjadi perdebatan.

Dominasi klub-klub elite Eropa dengan kekuatan finansial raksasa membuat sebagian besar talenta terbaik dunia terkonsentrasi di level klub. Tidak heran jika pertandingan dengan kualitas tertinggi kerap muncul di fase akhir Liga Champions.

Kemenangan dramatis Paris Saint-Germain 5-4 atas Bayern Munich baru-baru ini menjadi contoh bagaimana intensitas, kualitas teknik, dan kompleksitas taktik di level klub sulit ditandingi sepak bola internasional.

Bahkan Luis Enrique, yang sukses membawa PSG tampil luar biasa di level klub, belum mampu mencapai level serupa saat menangani Spanyol di Piala Eropa 2020 maupun Piala Dunia 2022.

“Saya rasa Anda tidak bisa membandingkan sepak bola internasional dengan sepak bola klub elite. Keduanya memiliki karakter berbeda,” kata mantan pelatih Skotlandia Andy Roxburgh, yang kini menjabat direktur teknik Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).

Menurut Roxburgh, pelatih tim nasional memiliki keterbatasan yang tidak dimiliki pelatih klub.

“Di sepak bola internasional tidak ada bursa transfer. Anda hanya memilih pemain yang tersedia dan mencoba memaksimalkannya,” ujarnya kepada AFP dari Kuala Lumpur.

Karena itu, pelatih tim nasional dituntut lebih pragmatis.

“Jumlah pertandingan lebih sedikit, tetapi tekanannya sangat besar. Hasil pertandingan bisa dibesar-besarkan karena setiap laga memiliki sorotan tinggi,” tambahnya.

Intensitas Tinggi Jadi Kunci

Dalam sepak bola modern, kecepatan transisi menjadi faktor penentu. Banyak tim elite kini membangun permainan dengan tekanan tinggi dan serangan balik cepat.

PSG memperlihatkan efektivitas pola tersebut di Liga Champions, sementara Argentina mempraktikkannya dengan sempurna saat mencetak gol kedua spektakuler ke gawang Prancis pada final Piala Dunia 2022.

“Momen paling penting dalam sepak bola adalah transisi dari bertahan ke menyerang, ketika lawan belum siap,” ujar pelatih Prancis Didier Deschamps beberapa bulan setelah final tersebut.

Untuk merebut bola secepat mungkin, banyak tim kini menerapkan high pressing atau tekanan tinggi di area lawan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

16 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.