Upaya Pemakzulan Wapres Duterte Dimulai
📅 Selasa, 19 Mei 2026, 02:25 WIB | Oleh: Tim PenulisMANILA – Sejumlah anggota parlemen Filipina pada Senin (18/5) diambil sumpah untuk bertugas sebagai hakim dalam persidangan pemakzulan Wakil Presiden Sara Duterte. Pemakzulan ini merupakan upaya kedua sejak tahun lalu untuk memaksanya mundur dari jabatannya.
Enam belas suara di Senat yang beranggotakan 24 kursi akan dibutuhkan untuk menghukum putri mantan Presiden Rodrigo Duterte, sebuah hasil yang tampaknya tidak mungkin terjadi karena majelis tersebut dipenuhi oleh sekutu-sekutunya.
Mahkamah Senat belum menetapkan tanggal persidangan, tetapi memerintahkan agar dakwaan tersebut ditujukan kepada Wakil Presiden Duterte.
Sara Duterte, 47 tahun, dimakzulkan atau secara resmi dituduh oleh mayoritas besar Dewan Perwakilan Rakyat pekan lalu atas tuduhan korupsi dan dugaan rencana pembunuhan terhadap mantan sekutunya, Presiden Ferdinand Marcos Jr.
Berdasarkan konstitusi Filipina, pemakzulan memicu persidangan di Senat, di mana vonis bersalah atas salah satu tuduhan akan mengakibatkan ia dicopot dan dilarang menduduki jabatan politik terpilih seumur hidup. Sara Duterte sebelumnya telah menyatakan pencalonannya sebagai presiden dalam pemilihan tahun 2028.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ke-23 senator yang hadir mengenakan jubah beludru merah marun pada Senin dan bersumpah untuk menegakkan keadilan secara imparsial sesuai dengan konstitusi dan hukum Filipina dalam persidangan tersebut.
Ronald Dela Rosa adalah satu-satunya senator yang tidak hadir karena ia menghindari surat perintah penangkapan dari Pengadilan Kriminal Internasional yang menuduhnya melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan atas perannya dalam penindakan narkoba mematikan yang dilakukan mantan Presiden Duterte.
Sekutu Duterte dan Ketua Senat Alan Peter Cayetano, selaku hakim ketua, memerintahkan agar surat dakwaan tertulis disampaikan kepada terdakwa, dan mengharuskannya untuk memberikan tanggapannya dalam waktu 10 hari kalender.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Ia diperintahkan untuk hadir di ruang sidang Senat Filipina setelah diberi pemberitahuan," ucap Cayetano.
Duterte meraih kemenangan sebagai calon wakil presiden mendampingi Ferdinand Marcos Jr pada tahun 2022, tetapi aliansi tersebut putus tahun lalu ketika Marcos Jr memerintahkan penangkapan ayahnya dan menyerahkannya ke ICC, tempat ia sekarang menunggu persidangan atas kampanye perang narkoba mematikan yang dilancarkannya. AFP/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!