Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lumbung Padi Bali Mulai Terdesak, Petani Tabanan Bertahan di Tengah Pembangunan

📅 Senin, 18 Mei 2026, 07:13 WIB | Oleh:

Pada tahun 2019 luas lahan baku sawah di Bali 70.996 hektare. Tahun 2024 menyusut menjadi 64.474 hektare. Tentu saja ini turut mempengaruhi turunnya produksi padi dan beras. 

Merawat masa depan

Bagi Bulog Bali, membeli gabah kering petani artinya bukan hanya untuk kepentingan panen satu hari, tapi berkelanjutan dan menjaga perputaran ekonomi di daerah.

Mengapa demikian, sebab gabah yang mereka serap selanjutnya diproses di Pulau Jawa dan kembali ke Pulau Bali sebagai cadangan beras pemerintah; satu sisi berperan sebagai penyangga, di sisi lain keluar menjadi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Beras SPHP yang kemudian di jual dengan harga Rp62.500 per 5 kg hadir sebagai opsi ketika harga beras premium mencekik masyarakat, sekaligus hadir pada pasar murah ketika Bulog harus mengintervensi harga.

Kebutuhan masyarakat Bali akan beras SPHP tercermin dari tingginya permintaan, rata-rata tiap bulan Bulog Bali menyalurkan 800 ton beras dengan permohonan terbanyak di Buleleng dan Tabanan.

Untuk menjangkau masyarakat lebih dalam, bahkan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih turut disasar, dan saat ini sekitar 21 koperasi di kabupaten/kota sudah menjadi penyalur.

Ini menunjukkan kebutuhan terhadap beras murah namun berkualitas di tataran masyarakat sangat tinggi, sehingga penting untuk menjaga ketersediaan stok melalui serapan di petani.

Jika bercermin dari beratnya beban petani di lapangan, termasuk membayar penggarap karena rendahnya minat generasi muda bertani dan beban modal produksi lainnya, evaluasi terhadap Harga Pembelian Pemerintah (HPP) GKP diperlukan di waktu mendatang.

Dengan begitu maka pertanian sebagai hulu bisa tetap bertahan di tengah pusaran alih fungsi lahan, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pangan, dan ketersediaan beras aman di masa depan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.