Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kepala BPOM Optimistis Indonesia Mampu Jadi Lokasi Uji Klinis Global

📅 Sabtu, 12 Sep 2026, 14:43 WIB | Oleh:
Kepala BPOM Optimistis Indonesia Mampu Jadi Lokasi Uji Klinis Global Doc: Dokumentasi BPOM
Ket. Kepala BPOM Taruna Ikrar (kedua dari kiri)

JAKARTA - Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menyatakan Indonesia siap menjadi lokasi uji klinis dalam kancah global. Kesiapan tersebut didukung potensi akademisi, industri, pemerintah, serta ekosistem penelitian yang semakin memadai.

Pernyataan tersebut disampaikan Taruna Ikrar saat menerima kunjungan PT Equilab Internasional di Aula Bhinneka Tunggal Ika Kantor Pusat BPOM. Pertemuan tersebut berlangsung dengan membahas peluang pelaksanaan uji klinis di Indonesia.

Taruna menjelaskan pelaksanaan uji klinis dapat dilakukan melalui kolaborasi ABG atau academia-business-government yang melibatkan berbagai pihak. Menurut dia, kolaborasi tersebut memiliki potensi besar karena Indonesia mempunyai sumber daya akademik yang luas.

“Dari sisi akademisi, kami memiliki 1.416 perguruan tinggi di Indonesia. Ini potensi yang besar,” ujar Taruna dalam pertemuan dengan PT Equilab Internasional di Aula Bhinneka Tunggal Ika Kantor Pusat BPOM, Kamis (10/9).

Selain akademisi, Indonesia memiliki lebih dari 270 industri atau perusahaan farmasi yang dapat mendukung pelaksanaan uji klinis. Pemerintah juga memiliki 117 unit kerja BPOM yang tersebar di tingkat pusat maupun daerah.

Ketiga unsur tersebut dinilai menjadi potensi besar untuk memperkuat pelaksanaan uji klinis di Indonesia. Taruna menekankan kolaborasi sebagai faktor penting untuk mendorong pelaksanaan uji klinis secara lebih optimal.

Pemerintah Indonesia saat ini turut mendorong peningkatan, pengembangan, dan fasilitasi pelaksanaan uji klinis khususnya untuk obat-obat baru. Indonesia juga dinilai semakin siap menjadi lokasi uji klinis perusahaan farmasi Korea melalui dukungan populasi besar dan beragam.

Peneliti serta pusat penelitian Indonesia dinilai semakin kompeten dengan dukungan ekosistem uji klinis yang makin memadai. Kerja sama kedua pihak diharapkan membuka peluang pengembangan reliance dan peningkatan kapasitas melalui pertukaran pengetahuan. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.