Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ekspor Ikan RI Semester 1 2026 Tembus Rp 52,6 Triliun ke 152 Negara

📅 Sabtu, 12 Sep 2026, 20:20 WIB | Oleh: Tim Redaksi
  Ekspor Ikan RI Semester 1 2026 Tembus Rp 52,6 Triliun ke 152 Negara Doc: istimewa
Ket. Kementerian Kelautan dan Perikanan merilis volume ekspor produk perikanan periode Januari - Juni 2026 mencapai 566,25 ribu ton senilai USD 3 Miliar. Kualitas layanan sertifikasi mutu pun terus ditingkatkan untuk menjamin produk perikanan Indonesia diserap pasar ekspor

JAKARTA- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) merilis volume ekspor produk perikanan periode Januari - Juni 2026 mencapai 566,25 ribu ton senilai USD 3 Miliar. Kualitas layanan sertifikasi mutu pun terus ditingkatkan untuk menjamin produk perikanan Indonesia diserap pasar ekspor. 

“Nilainya diperkirakan Rp 52,6 Triliun dengan 10 produk unggulan diantaranya udang vanname, rumput laut, tuna, sarden, tenggiri, cakalang, cumi-sotong-gurita, carrageenan, kerapu dan kepiting-rajungan,” tutur Plt. Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (Badan Mutu KKP), Ishartini di Jakarta, Sabtu (12/9).

Ishartini menerangkan, Badan Mutu KKP menerapkan sertifikasi mutu dari hulu sampai hilir dengan standar internasional, sehingga kualitas dan keamanan hasil perikanan Indonesia diakui oleh otoritas negara tujuan ekspor.

Produk perikanan Indonesia saat ini dapat ditemukan di 152 negara, diantaranya Negara anggota EFTA (Norwegia, Iceland, Liechtenstein, dan Switzerland), Asia, Afrika, Amerika Utara, Amerika Selatan dan Tengah, Eropa Timur, EEU (Armenia, Belarus, Kazakhstan, Kyrgyzstan dan Russia), Semenanjung Arab dan Timur Tengah, Australia dan New Zealand, Negara di Pasifik, serta Inggris.

"Sampai dengan akhir semester 1 tahun ini jumlah perusahaan perikanan yang lolos sertifikasi mutu KKP dan telah melakukan kegiatan ekspor sebanyak 1162 unit, terdiri dari 900 unit pengolah, 229 unit pengekspor ikan hidup serta 33 unit produksi benih ikan,” bebernya.

Diakuinya, keberhasilan kinerja ekspor produk perikanan pun berdampak signifikan bagi perekonomian daerah, serta membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Di Sumatera Utara contohnya, nilai ekspor perikanan semester I mencapai Rp 115,5 Milyar dengan produk unggulan Shrimp Paste, Frozen Octopus, Krill/Udang Kering, Frozen Squid, Frozen Cuttle Fish, Ikan Kembung, Udang Putih, Frozen Croaker Fish, Frozen Eel serta Frozen Black Tiger Shrimp. Negara tujuan ekspornya yakni Malaysia, Tiongkok, Thailand, Mesir, Hong Kong, Taiwan, dan Vietnam.

"Ekspor ikan juga menyerap tenaga kerja contohnya di Provinsi Sulawesi Selatan UPT Badan Mutu berhasil membawa 144 UPI lokal ekspor ke 46 negara dan menyerap tenaga kerja 8389 orang dengan frekuensi ekspor sepanjang Januari - Agustus 2026 sebanyak 8540 kali shipment,” tukasnya

Ishartini menegaskan bahwa sertifikasi mutu yang dilaksanakan oleh KKP bersifat gratis dan pendaftarannya dilakukan secara online. Bagi masyarakat, pelaku usaha maupun UMKM yang ingin mendapatkan informasi seputar ekspor ikan dan sertifikasi mutu dapat langsung menghubungi PPID Badan Mutu KKP di website www.ppid.kkp.go.id dan email [email protected] atau media sosial resmi BPPMHKP.

“Badan Mutu memiliki 46 unit pelaksana teknis tersebar di seluruh Indonesia, yang siap mengeksekusi penerapan quality assurance (QA) di sepanjang rantai produksi hingga membuat perusahaan siap ekspor,” pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.