Kelenteng Tian Fu Gong PIK 2 Diresmikan, Gubernur Pramono Kaji Konektivitas LRT Jakarta
📅 Minggu, 17 Mei 2026, 19:55 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohJAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meresmikan Kelenteng Tian Fu Gong di kawasan Riverwalk Island, PIK 2, Jakarta Utara, Minggu (17/5). Peresmian rumah ibadah tersebut disebut menjadi simbol keberagaman, toleransi, dan harmoni antarumat beragama di ibu kota.
Dalam sambutannya, Pramono mengapresiasi umat, pengurus Yayasan Sanggar Sinar Suci, serta seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan kelenteng tersebut. Menurutnya, kehadiran Kelenteng Tian Fu Gong bukan hanya pembangunan fisik semata, tetapi juga representasi kebersamaan masyarakat Jakarta yang majemuk.
"Pembangunan kelenteng ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan simbol penting keharmonisan, persatuan, kebersamaan, dan toleransi antarumat beragama dalam kehidupan masyarakat Jakarta," kata Pramono.
Pramono menegaskan keberagaman menjadi salah satu fondasi utama dalam pembangunan Jakarta menuju kota global. Ia menilai kemajuan sebuah kota tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur maupun pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harmoni sosial yang terjaga.
Menurut dia, Pemprov DKI Jakarta terus berkomitmen memberikan ruang yang aman dan layak bagi seluruh warga untuk menjalankan ibadah. Hal itu dinilai penting untuk mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang inklusif dan berkelanjutan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Jakarta sebagai kota global yang maju, inklusif, dan berkelanjutan tentu menjadi harapan kita bersama. Karena itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus berkomitmen mendukung kebebasan beragama dengan memastikan setiap warga memiliki ruang yang aman dan layak untuk menjalankan ibadah," ujarnya.
Selain menjadi tempat ibadah, Kelenteng Tian Fu Gong diharapkan dapat berkembang sebagai pusat interaksi sosial masyarakat. Pramono juga menilai lokasi tersebut berpotensi menjadi destinasi wisata religi dan budaya baru di Jakarta Utara.
Ia mengatakan kawasan Riverwalk Island PIK 2 memiliki konsep unik karena menghadirkan sejumlah rumah ibadah dalam satu kawasan. Saat ini kawasan tersebut telah memiliki Masjid Al-Ikhlas, rumah ibadah umat Buddha, Kelenteng Tian Fu Gong untuk umat Tridharma/Taoisme, serta rencana pembangunan gereja Katolik.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kalau ada empat tempat ibadah di sini dan semuanya rukun, inilah cermin keberagaman yang harus kita jaga bersama. Meski dikelola swasta, kawasan ini menunjukkan bagaimana toleransi dan kebersamaan benar-benar diwujudkan. Dan inilah Indonesia," tegasnya.
Pramono juga menyoroti potensi besar kawasan PIK 2 sebagai destinasi wisata religi terpadu. Pemprov DKI Jakarta bahkan tengah mempertimbangkan peningkatan konektivitas transportasi menuju kawasan tersebut, termasuk kemungkinan pembangunan jalur LRT.
"Saya melihat potensi kawasan ini sangat besar. Dengan konektivitas transportasi yang semakin baik, saya yakin kawasan ini akan menjadi magnet baru wisata religi dan budaya di Jakarta," tutupnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (1)
17 May 2026, 22:49 WIB.
Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam
BalasSilakan login via Google untuk dapat memberi komentar!