Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perusahaan Rusia Minati Proyek Migas Ini

📅 Sabtu, 16 Mei 2026, 00:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perusahaan Rusia Minati Proyek Migas Ini Doc: ANTARA/ HO-Pertamina
Ket. Ilustrasi - Kilang migas lepas pantai.

JAKARTA – Proyek Blok Tuna menjadi salah satu upaya strategis untuk memperkuat produksi energi nasional sekaligus mendukung ketahanan energi dalam jangka panjang.

Pengembangan proyek migas ini dinilai penting karena dapat menambah pasokan gas bumi yang dibutuhkan industri maupun pembangkit listrik di tengah permintaan energi yang terus meningkat.

Di sisi lain, keberadaan proyek Blok Tuna juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi melalui investasi, penyerapan tenaga kerja, hingga pengembangan infrastruktur pendukung di wilayah sekitar.

Namun, pelaksanaannya tetap membutuhkan kepastian regulasi, dukungan teknologi, dan kerja sama yang kuat agar proyek dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat optimal.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan perusahaan minyak dan gas bumi (migas) asal Rusia, Zarubezhneft, menyatakan akan melanjutkan penggarapan Blok Tuna pada Juni, setelah sempat tertunda akibat mundurnya Harbour Energy.

"Kami bertemu dengan Zarubezhneft dan membahas kelanjutan proyek Blok Tuna yang masih tertunda. Zarubezhneft menyatakan komitmennya untuk melanjutkan proyek tersebut pada Juni bulan depan," ujar Wakil Menteri ESDM Yuliot dalam keterangan resminya yang dikonfirmasi ANTARA dari Jakarta, Jumat (15/5).

Yuliot melakukan pertemuan dengan pejabat perusahaan migas asal Rusia, Joint Stock Company Zarubezhneft (JSC Zarubezhneft), di sela kunjungan kerja menghadiri Sidang Komisi Bersama ke-14 RI-Rusia Bidang Kerja Sama Perdagangan, Ekonomi, dan Teknik yang berlangsung di Kazan, Rusia.

Pada pertemuan itu, ujar Yuliot, Zarubezhneft menyatakan kesiapannya untuk melanjutkan proyek Blok Tuna pada bulan Juni mendatang. Proyek Blok Tuna tertunda akibat mundurnya Premier Oil, anak perusahaan Harbour Energy, yang menjadi mitra Zarubezhneft dalam menggarap proyek ini.

“Pemerintah akan memberikan dukungan untuk kelanjutan proyek ini,” kata Yuliot.

Zarubezhneft memulai proyek di Indonesia sejak mengakuisisi 50 persen participating interest (PI) pada Proyek Tuna di Laut Natuna melalui anak usahanya, ZN Asia Ltd., pada tahun 2020.

Pada pertemuan ini, Zarubezhneft juga menyatakan keinginannya untuk dapat menggarap proyek-proyek migas lain di Indonesia guna mendukung peningkatan produksi migas Indonesia, melalui teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) dan reaktivasi sumur idle.

Ketertarikan Zarubezhneft untuk berinvestasi di Indonesia telah tercatat dalam dokumen Agreed Minutes Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-14 RI-Rusia.

Rusia mencatat ketertarikan JSC Zarubezhneft untuk memperluas dan memperkuat kerja sama dengan mitra Indonesia, termasuk partisipasi dalam proyek baru bersama perusahaan minyak dan gas bumi Indonesia.

Rusia juga meminta dukungan penyelesaian proses compliance bagi perusahaan-perusahaan yang dinominasikan oleh Zarubezhneft guna memulai pengorganisasian suplai minyak ke Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • ESDM: Efisiensi Energi Bisa Pangkas 37 Persen Emisi Sektor Energi, Industri Makin Untung
    Preview komentar:
    Langkah proaktif pemerintah melalui program percontohan SETI ini ...
  • Fenomena Langit Agustus 2026: Gerhana Matahari Total, Hujan Meteor, Blood Moon hingga 6 Planet Sejajar
    Preview komentar:
    Membaca rangkuman fenomena langit Agustus 2026 di artikel ...
  • Ekonom Optimistis Sektor Infrastruktur Telko Tetap Bersinar dalam Lima Tahun Mendatang
    Preview komentar:
Advertisement
gaia musik festival
Darurat Karhutla, Dalam 7 Bulan 219 Ribu Hektare Area Terindikasi Terbakar

Darurat Karhutla, Dalam 7 Bulan 219 Ribu Hektare Area Terindikasi Terbakar

07 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.