Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lahan Sempit, Sejahtera Sulit! DPR Bongkar Ketimpangan Kepemilikan Tanah di RI

📅 Sabtu, 16 Mei 2026, 13:16 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Lahan Sempit, Sejahtera Sulit! DPR Bongkar Ketimpangan Kepemilikan Tanah di RI Doc: istimewa
Ket. Lahan garapan petani Indramayu rata-rata cuma 0,4 hektar. Padahal untuk bisa sejahtera, petani butuh skala ekonomi minimal 2,5 hektar

JAKARTA – Anggota Komisi IV DPR RI Rokhmin Dahuri menyoroti ketimpangan kepemilikan lahan yang masih membelit petani di Indramayu, Jawa Barat. Ia menilai kondisi ini menjadi penyebab utama petani sulit sejahtera dan keluar dari jerat kemiskinan.

“Lahan garapan petani Indramayu rata-rata cuma 0,4 hektar. Padahal untuk bisa sejahtera, petani butuh skala ekonomi minimal 2,5 hektar,” kata Rokhmin di Jakarta, Jumat (15/5).

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan itu menyebut masalah agraria tidak hanya terjadi di Indramayu, tetapi juga menjadi persoalan nasional terkait ketimpangan penguasaan aset produksi.

“Faktanya, hanya 0,2% pengusaha besar yang menguasai sekitar 70% total lahan di Indonesia,” ujar politikus PDI Perjuangan tersebut.

Rokhmin menegaskan, reforma agraria harus dijalankan lebih serius supaya petani dan nelayan mendapat akses ekonomi yang lebih adil. Tanpa perbaikan distribusi lahan, menurutnya, kesejahteraan masyarakat kecil sulit terwujud.

“Pemerintah yang berhasil adalah yang mampu menyejahterakan rakyatnya,” tegasnya.

Selain soal lahan, Rokhmin juga menyoroti melambatnya aktivitas industri dan perdagangan di jalur Pantura Jawa Barat. Kondisi ini, katanya, berdampak pada kenaikan angka pengangguran dan melemahnya daya beli masyarakat.

Ia meminta pemerintah tidak hanya mengejar angka pertumbuhan ekonomi, tetapi memastikan dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat kecil, terutama petani dan nelayan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.