Indonesia Perlu Perkuat Sektor Manufaktur Nasional
📅 Jumat, 15 Mei 2026, 00:30 WIB | Oleh: Eko SSelain itu, reformasi regulasi ketenagakerjaan dinilai perlu dijaga agar tetap seimbang antara kebutuhan fleksibilitas dunia usaha dan perlindungan bagi pekerja.
“Keseimbangan ini penting supaya investasi masuk tanpa menciptakan perlombaan menuju upah murah,” katanya.
Sektor industri pengolahan nonmigas atau manufaktur hingga kini masih menjadi penyumbang terbesar terhadap PDB nasional dibanding sektor lainnya.
Meski demikian, kontribusi manufaktur terhadap PDB cenderung menurun dibanding awal 2000-an ketika porsinya sempat berada di kisaran 28–29 persen.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam beberapa tahun terakhir, kontribusi sektor tersebut berada di kisaran 18–19 persen.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, kontribusi sektor manufaktur terhadap PDB tercatat sebesar 18,34 persen pada 2022, meningkat menjadi 18,67 persen pada 2023, lalu naik menjadi 18,98 persen pada 2024 dan mencapai sekitar 19,07 persen pada 2025.
Pada triwulan I 2026, sektor manufaktur tetap menjadi penopang utama ekonomi nasional dengan kontribusi sekitar 19,07 persen terhadap PDB.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!