Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Atasi Banjir, Pemkot Surabaya Siapkan Mini Bozem di Exit Tol Margomulyo-Tandes

📅 Minggu, 05 Jul 2026, 17:01 WIB | Oleh:
Atasi Banjir, Pemkot Surabaya Siapkan Mini Bozem di Exit Tol Margomulyo-Tandes Doc: Istimewa
Ket. Sistem drainase kawasan Margomulyo, nantinya akan diarahkan menuju Saluran Margomulyo Tengah yang terhubung dengan Rumah Pompa Balong II sebelum dialirkan ke laut.

SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan pembangunan mini bozem di kawasan exit Tol Margomulyo-Tandes, sebagai bagian dari upaya mengurangi genangan yang kerap terjadi di kawasan Margomulyo. Pembangunan tersebut menjadi bagian dari penanganan drainase yang dilakukan secara kolaboratif bersama sejumlah pemangku kepentingan.

Kepala Bidang Drainase Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Adi Gunita mengatakan, penanganan genangan di kawasan Margomulyo tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemkot. Menurutnya, diperlukan kolaborasi dengan instansi vertikal maupun para pemangku kepentingan yang memiliki kewenangan di kawasan tersebut.

"Memang kita tidak bisa berjalan sendiri. Ada korelasi hubungan kolaboratif yang memang harus kita lakukan antara Pemerintah Kota Surabaya dengan instansi vertikal atau stakeholder," kata Adi, Jumat (3/7).

Adi menjelaskan, pembangunan saluran di wilayah hulu tidak akan memberikan hasil optimal apabila saluran pembuangan di bagian hilir tidak ikut ditangani. "Karena pada waktu kita menangani skalanya sifatnya saluran tersier tapi di hilirnya sebagai muara outlet enggak dirawat sama saja," ujarnya.

Salah satu titik yang menjadi fokus penanganan adalah genangan di bawah jalan tol kawasan Margomulyo. Untuk mengatasinya, Pemkot Surabaya telah memetakan sejumlah pekerjaan yang akan dilaksanakan bersama PT Margabumi selaku operator jalan tol.

"Di kawasan Margomulyo itu memang ada genangan di bawahnya tol. Sudah kita petakan memang di situ kita harus kolaboratif dengan PT Margabumi selaku operator jalan tol," katanya.

Selain berkolaborasi dengan pengelola jalan tol, Pemkot Surabaya juga mengalokasikan intervensi pada 2026. Intervensi itu berupa pembangunan konektivitas saluran di sisi kanan dan kiri kawasan tersebut, sekaligus meningkatkan kapasitas rumah pompa.

"Kita di (tahun) 2026 juga ada intervensi terkait dengan pembangunan konektivitas saluran, yang di kanan kirinya, dan juga peningkatan kapasitas rumah pompanya," ujar Adi.

Menurutnya, penanganan genangan di kawasan Margomulyo juga memerlukan keterlibatan pengelola kawasan industri dan pergudangan. Sebab, sebagian saluran di kawasan tersebut berada di bawah kewenangan pihak pengelola.

"Memang kita harus mengajak teman-teman dari kawasan industri pergudangan itu untuk penanganan mengenai genangan yang ada di kawasan sekitar yang mereka menjadi kewenangan mereka," katanya.

Adi menuturkan, sistem drainase kawasan Margomulyo, nantinya akan diarahkan menuju Saluran Margomulyo Tengah yang terhubung dengan Rumah Pompa Balong II sebelum dialirkan ke laut. "Kawasan Margomulyo ini nanti larinya di saluran Margomulyo Tengah yang akan ditarik di Rumah Pompa Balong II. Nah, Rumah Pompa Balong II nanti muaranya ke laut langsung," jelasnya.

Saat ini, konektivitas saluran menuju Rumah Pompa Balong II masih menjadi pekerjaan utama. Karena itu, Pemkot Surabaya akan membangun saluran baru sekaligus rumah pompa berkapasitas kecil untuk mengalirkan air ke Rumah Pompa Balong II.

"Memang kita akan bikin salurannya dan juga rumah pompa yang sifatnya rumah pompa kecil untuk mengalirkan ke arah salurannya kita buat menuju ke Balong II," ungkapnya.

Selain memperkuat jaringan drainase, Pemkot Surabaya juga menyiapkan pembangunan mini bozem di area exit Tol Margomulyo-Tandes. Lokasi tersebut dipilih karena memiliki elevasi lebih rendah sehingga kerap menjadi titik genangan saat hujan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Ekonomi
Sentimen Global Masih Domin...
Advertisement
Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

24 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.