Final Piala FA: Manchester City Dibebani Jadwal Padat, Chelsea Siap Ambil Peluang
📅 Jumat, 15 Mei 2026, 08:15 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: AFP
LONDON - Di tengah jadwal padat yang menguras tenaga, Manchester City menghadapi tantangan besar menjelang final Piala FA melawan Chelsea di Wembley, Sabtu (16/5) malam waktu setempat. Pelatih Pep Guardiola mengakui timnya tengah berjuang melawan kelelahan fisik, sementara Chelsea melihat laga ini sebagai peluang terakhir untuk menyelamatkan musim yang penuh gejolak.
City masih terlibat dalam persaingan ketat perebutan gelar Liga Inggris melawan Arsenal. Namun, ambisi mereka mengejar trofi liga harus sejenak dikesampingkan demi memburu gelar ganda domestik di final Piala FA.
Tim asuhan Guardiola baru saja menundukkan Crystal Palace 3-0 pada laga liga tengah pekan. Kemenangan itu menjaga jarak City tetap dua poin di belakang Arsenal dengan dua pertandingan tersisa. Meski melakukan enam rotasi pemain, Guardiola tetap khawatir jadwal yang terlalu padat bisa menjadi keuntungan bagi Chelsea.
“Setelah final Piala FA kami langsung menghadapi Bournemouth. Kami bermain setiap tiga hari,” ujar Guardiola.
“Chelsea punya waktu sepekan untuk berlatih dan mempersiapkan final. Kami harus bepergian ke London, sementara mereka bisa berada di rumah bersama keluarga. Ini soal kelelahan, kelelahan, dan kelelahan.”
Sebaiknya Anda baca juga:
Untuk mengurangi beban fisik pemain, Guardiola mencadangkan beberapa pilar utama saat menghadapi Palace, termasuk Erling Haaland, Rayan Cherki, dan Jeremy Doku.
“Saya percaya penuh kepada seluruh skuad, termasuk mereka yang tidak bermain melawan Palace. Mereka sangat bagus,” kata Guardiola.
“Saya merasa kami membutuhkan energi tambahan. Savinho, Antoine Semenyo, dan Omar Marmoush tampil sangat baik. Sekarang kami fokus beristirahat dan mempersiapkan final.”
Sebaiknya Anda baca juga:
City tercatat tampil di final Piala FA untuk musim keempat secara beruntun, sebuah rekor tersendiri. Namun, mereka menelan kekalahan dalam dua final terakhir, termasuk dari Crystal Palace pada 2025 dan Manchester United dua tahun sebelumnya.
Guardiola sendiri sudah dua kali menjuarai Piala FA bersama City, yakni pada 2019 dan 2023. Jika kembali sukses musim ini, trofi tersebut akan menjadi gelar ke-20 Guardiola sejak menangani City satu dekade lalu.
Di sisi lain, Chelsea datang ke final dengan kondisi yang jauh dari ideal. Klub London itu kembali memasuki periode penuh ketidakpastian setelah pergantian pelatih yang terus terjadi dalam beberapa musim terakhir.
Pelatih interim (sementara) Calum McFarlane mengambil alih tim setelah pemecatan Liam Rosenior pada April lalu, hanya 106 hari setelah ditunjuk. Mantan pelatih tim U-21 Chelsea itu kini berada dalam situasi unik: memimpin The Blues di final Piala FA tanpa peluang realistis untuk dipermanenkan.
Ini merupakan kali kedua McFarlane bertugas sebagai pelatih sementara musim ini. Sebelumnya, setelah kepergian Enzo Maresca pada Januari, ia sempat menghambat laju City dalam perebutan gelar lewat hasil imbang 1-1 di Etihad Stadium.
Kisruh di kursi pelatih mencerminkan situasi tidak stabil di Chelsea sejak klub diambil alih konsorsium BlueCo dari Roman Abramovich pada 2022.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!