Irigasi di Luwu Dibangun, Gubernur Minta Masyarakat Turut Mengawal
📅 Minggu, 05 Jul 2026, 19:00 WIB | Oleh: Tim PenulisMAKASSAR – Pembangunan daerah irigasi menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan kebutuhan air bagi lahan pertanian tetap terpenuhi.
Dengan jaringan irigasi yang semakin baik, petani bisa lebih tenang dalam mengelola musim tanam, produktivitas lahan pun berpeluang meningkat.
Pada akhirnya, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh para petani, tetapi juga ikut mendukung ketahanan pangan dan menggerakkan perekonomian daerah.
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengajak seluruh masyarakat untuk ikut mengawal proses pembangunan daerah irigasi (DI) di lokasi Lengkong Pini dan Makawa di Desa Sampeang, Kabupaten Luwu, Sulsel agar berjalan lancar dan sesuai rencana.
Andi Sudirman dalam keterangannya di Makassar, Minggu (5/7), berharap seluruh pekerjaan pembangunan irigasi dapat diselesaikan tepat waktu dengan kualitas yang baik sehingga manfaatnya segera dirasakan para petani.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Semoga pembangunan daerah irigasi ini segera rampung dan memberikan manfaat besar bagi para petani. Mari kita awasi bersama proses pembangunannya agar hasilnya benar-benar berkualitas dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang,” ujarnya.
Pembangunan tersebut merupakan bagian dari Paket 4 Program Multiyears Project (MYP) rehabilitasi daerah irigasi yang mencakup 8 daerah irigasi di Kabupaten Enrekang, Luwu, Toraja Utara, Luwu Utara, dan Luwu Timur dengan nilai anggaran sekitar Rp120 miliar.
Gubernur mengatakan pembangunan ini menjadi langkah nyata Pemprov Sulsel dalam mengembalikan fungsi jaringan irigasi yang telah lama tidak optimal, sehingga dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan memperkuat ketahanan pangan daerah.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Selama sekitar tujuh tahun, sebagian besar kawasan irigasi ini tidak lagi dialiri air karena jaringan irigasinya belum dikerjakan. Kini kita mulai membangunnya secara bertahap hingga tuntas,” ujarnya.
Ia menjelaskan, rehabilitasi Irigasi Lengkong Pini akan mengairi sekitar 300 hektare lahan pertanian. Sementara Irigasi Makawa juga akan melayani sekitar 300 hektare sawah.
Menurutnya, potensi pengembangan kawasan irigasi tersebut masih sangat besar. Dengan sumber air yang memadai, cakupan layanan irigasi ke depan dapat diperluas hingga mencapai ribuan hektare lahan pertanian.
“Pembangunan ini bukan hanya menyelesaikan persoalan irigasi yang telah lama terbengkalai, tetapi juga membuka peluang peningkatan luas layanan irigasi karena potensi sumber airnya sangat baik,” jelasnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!