Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kaltim Siapkan 1.270 Ton Sampah per Hari untuk Pengelolaan Sampah Jadi Energi Listrik

📅 Senin, 04 Mei 2026, 13:13 WIB | Oleh:
Kaltim Siapkan 1.270 Ton Sampah per Hari untuk Pengelolaan Sampah Jadi Energi Listrik Doc: antara foto
Ket. Pengelolaan sampah di Kaltim

SAMARINDA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) menyiapkan pasokan sampah mencapai 1.270 ton per hari untuk memenuhi kebutuhan operasional Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di dua wilayah aglomerasi.

"Pasokan tersebut terbagi dalam dua zona besar, yakni aglomerasi Samarinda Raya dengan 710 ton per hari dan Balikpapan Raya sebanyak 560 ton per hari," kata Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 (LB3) Dinas Lingkungan Hidup Kaltim Andi Sitti Asti Suriaty di Samarinda, Senin (4/5).

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalimantan Timur sebelumnya telah memfasilitasi diskusi teknis sekaligus penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) realisasi PSEL tersebut pada April lalu.

"Untuk memastikan kesiapan infrastruktur, tim gabungan dari lintas kementerian serta instansi terkait telah melakukan peninjauan lapangan secara maraton di wilayah Balikpapan dan Samarinda pada pekan lalu," ucap Asti.

Tim yang terlibat dalam verifikasi lapangan tersebut terdiri dari perwakilan KLH, Kemendagri, PLN Pusat, PLN Kaltimtara, hingga pihak Danantara yang bertanggung jawab atas pengelolaan serta dukungan pembiayaan.

Dalam skema aglomerasi Samarinda Raya, total sampah sebanyak 710 ton bersumber dari pembuangan warga Kota Samarinda sebesar 660 ton ditambah kontribusi wilayah Kutai Kartanegara sebesar 50 ton.

Sementara itu, wilayah Balikpapan Raya mengumpulkan 560 ton sampah yang berasal dari Kota Balikpapan, serta 20 ton pasokan dari kawasan pesisir Kutai Kartanegara, serta sampah dari Ibu Kota Nusantara (IKN).

"Pemerintah daerah di masing-masing wilayah aglomerasi kini tengah mematangkan kesiapan lahan, sistem pengangkutan sampah dari hulu, hingga ketersediaan pasokan air bersih sebagai penunjang utama operasional pembangkit," jelas Asti.

Asti menambahkan, berdasarkan hasil peninjauan tim teknis, lokasi lahan yang diusulkan dinyatakan sangat layak karena memiliki kontur tanah yang datar, bersih, serta minim hambatan vegetasi untuk pembangunan konstruksi fisik.

"Proyek strategis nasional ini juga terus berproses dalam pemenuhan aspek legalitas, terutama penyusunan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) serta izin prinsip penggunaan lahan di tingkat kabupaten dan kota," papar Asti.

Lanjut dia, pembangunan PSEL di Kalimantan Timur ini dirancang agar terintegrasi penuh dengan pengembangan IKN sebagai percontohan nasional pengelolaan sampah berkelanjutan berbasis pemilahan dari sumbernya.

"Kami berharap percepatan PSEL mampu memperkuat pencapaian target bauran energi nasional sekaligus menciptakan sistem tata kelola lingkungan yang memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat," ungkap Asti.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.