Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tarif Langganan Bus Transjakarta Diusulkan Rp200.000 per Bulan, Ongkos Dinilai Lebih Terjangkau

📅 Minggu, 05 Jul 2026, 10:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tarif Langganan Bus Transjakarta Diusulkan Rp200.000 per Bulan, Ongkos Dinilai Lebih Terjangkau Doc: ANTARA
Ket. Masyarakat memanfaatkan momentum Hari Angkutan Nasional 2026 menggunakan bus Transjakarta di Halte Kampung Rambutan di kawasan Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Jumat (24/4/2026).

JAKARTA - Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) Sugihardjo mengusulkan adanya tarif berlangganan bus Transjakarta sebesar Rp200.000 per bulan agar ongkos pekerja yang menggunakan angkutan umum setiap hari menjadi lebih terjangkau.

"Kita mendorong tarif langganan. Kan di luar negeri banyak tuh langganan,” kata Sugihardjo seusai pelantikan pengurus DTKJ periode 2026-2029 di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (3/7).

Skema tersebut diusulkan bersamaan dengan rencana penyesuaian tarif reguler Transjakarta menjadi Rp5.000 untuk layanan BRT, non-BRT, dan mikrotrans yang terintegrasi.

Dengan skema tersebut, pengguna akan memperoleh potongan biaya dibandingkan jika membayar tarif harian.

Perhitungan tarif langganan didasarkan pada asumsi pengguna melakukan perjalanan pulang pergi selama 25 hari kerja dalam sebulan.

“Jadi kalau orang yang bekerja hitungannya sehari sebulan 25 hari kerja. Itu tarifnya mestinya kalau Rp5.000 berangkat, Rp5.000 pulang, udah Rp10.000. Kan jadi kali 25 hari berapa? Rp250.000," papar Sugihardjo.

Dari perhitungan tersebut, DTKJ mengusulkan agar pengguna yang memilih paket langganan memperoleh diskon sebesar 20 persen.

Menurutnya, skema langganan seperti ini telah diterapkan di sejumlah negara dan dinilai efektif untuk meningkatkan penggunaan transportasi umum. Namun, ia mengatakan usulan tersebut masih akan dibahas lebih lanjut.

Sebab, banyak masukan yang muncul agar tersedia pilihan paket langganan dengan durasi yang lebih singkat.

"Saya bilang kalau untuk bulanan memang standardnya 25 (hari), tapi bagi mereka yang nggak sampai segitu dari masukan itu dan barangkali ada wisatawan kita mengenalkan juga tarif nanti yang kita usulkan untuk langganannya seminggu atau dua minggu supaya lebih murah," katanya.

Kendati demikian, Sugihardjo menegaskan usulan tarif langganan masih menjadi bagian dari kajian DTKJ terkait penyederhanaan tarif transportasi umum di Jakarta.

Ia menyebut, tujuan utama usulan tersebut adalah menjaga agar biaya transportasi tetap terjangkau bagi masyarakat.

Selain itu, menurutnya, tarif langganan menjadi salah satu cara untuk menarik lebih banyak masyarakat menggunakan transportasi umum dibanding kendaraan pribadi.

Adapun usulan tersebut akan dibahas bersama pemerintah, operator transportasi, dan berbagai pemangku kepentingan sebelum nantinya diputuskan apakah akan diterapkan sebagai sistem tarif transportasi umum yang baru di Jakarta.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.