Lintasarta dan Perbanas Dorong Keamanan Siber Jadi Strategi Utama Industri Perbankan
📅 Kamis, 14 Mei 2026, 13:43 WIB | Oleh: Haryo BronoJAKARTA — Lintasarta bersama Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) mendorong penguatan keamanan siber sebagai strategi utama ketahanan industri perbankan di tengah percepatan transformasi digital dan meningkatnya ancaman siber berbasis kecerdasan artifisial (AI).
Komitmen tersebut dibahas dalam forum “CxO Forum Banking Update 2026” yang digelar di Jakarta, Rabu (13/5/2026), dengan mengangkat tema “Memperkokoh Keamanan Siber Perbankan: Dari Strategi Investasi Hingga Ketahanan Operasional di Era Digital”.
Forum itu menghadirkan pimpinan industri perbankan, regulator, dan pelaku industri teknologi untuk membahas tantangan keamanan digital di sektor keuangan nasional yang semakin kompleks seiring berkembangnya pemanfaatan AI.
Dalam forum tersebut, para peserta menyoroti bagaimana transformasi digital di sektor perbankan kini berjalan beriringan dengan peningkatan risiko serangan siber, mulai dari ransomware, advanced persistent threats (APT), hingga rekayasa sosial berbasis AI seperti deepfake dan phishing generatif.
President Director & CEO Lintasarta, Armand Hermawan, mengatakan keamanan siber kini tidak lagi cukup diposisikan sebagai lapisan perlindungan tambahan, melainkan harus menjadi fondasi utama dalam transformasi digital industri perbankan.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Ketika AI mempercepat inovasi, AI juga melipatgandakan skala dan kompleksitas risiko. Keamanan siber tidak lagi cukup menjadi lapisan pertahanan, tetapi harus menjadi fondasi strategis yang menyatu dengan konektivitas, cloud, dan kapabilitas AI dalam satu ekosistem yang bekerja secara real-time dan berkelanjutan,” ujar Armand.
Menurut dia, industri perbankan saat ini membutuhkan arsitektur keamanan generasi baru yang mampu terintegrasi penuh dengan ekosistem digital modern.
Ancaman Siber Makin Kompleks
Sebaiknya Anda baca juga:
Perkembangan teknologi AI dinilai membawa dua sisi bagi industri keuangan. Di satu sisi, AI mampu meningkatkan efisiensi operasional, mempercepat layanan, dan mendorong inovasi digital. Namun di sisi lain, teknologi tersebut juga dimanfaatkan pelaku kejahatan siber untuk menciptakan pola serangan yang lebih canggih dan sulit dideteksi.
Fenomena deepfake, phishing berbasis AI generatif, hingga otomatisasi serangan siber menjadi tantangan baru yang harus diantisipasi sektor perbankan nasional.
Dalam konteks tersebut, forum ini menegaskan pentingnya membangun ketahanan siber yang tidak hanya bersifat defensif, tetapi juga adaptif dan terintegrasi dengan strategi bisnis jangka panjang.
Lintasarta melalui pendekatan layanan terintegrasi 4C — Connectivity, Cloud, Cybersecurity, dan Collaboration — mengaku ingin menghadirkan solusi transformasi digital yang aman sekaligus siap menghadapi kebutuhan beban kerja AI berskala enterprise.
Armand menjelaskan, pendekatan tersebut dirancang agar transformasi digital perbankan dapat berjalan di atas fondasi teknologi yang aman, berdaulat, dan mampu menjaga kesinambungan operasional di era digital.
“Lintasarta tidak hanya hadir sebagai penyedia infrastruktur, tetapi juga sebagai mitra teknologi yang membantu industri perbankan membangun ketahanan operasional yang adaptif,” katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!