Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Investor Mulai Berburu Aset Aman, ETF Emas Fisik di Indonesia Tumbuh Pesat

📅 Kamis, 14 Mei 2026, 22:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Investor Mulai Berburu Aset Aman, ETF Emas Fisik di Indonesia Tumbuh Pesat Doc: ANTARA/ REUTERS/ Arnd Wiegmann
Ket. Ilustrasi - Emas batangan.

JAKARTA – Permintaan terhadap Exchange Traded Fund (ETF) emas fisik mulai menunjukkan tren pertumbuhan seiring meningkatnya minat investor mencari instrumen yang dianggap aman di tengah ketidakpastian ekonomi global dan gejolak pasar keuangan.

Penguatan harga emas dunia, pelemahan nilai tukar di sejumlah negara berkembang, hingga kekhawatiran terhadap inflasi dan tensi geopolitik mendorong investor mengalihkan sebagian portofolio ke aset berbasis emas.

Di sisi lain, ETF emas fisik dinilai menawarkan kombinasi antara keamanan aset emas dan kemudahan transaksi layaknya saham di pasar modal.

Instrumen ini juga memberi alternatif investasi yang lebih praktis dibanding kepemilikan emas fisik secara langsung karena memiliki likuiditas lebih tinggi dan biaya penyimpanan yang lebih efisien.

Tren pertumbuhan permintaan ETF emas mencerminkan perubahan perilaku investor yang semakin mencari diversifikasi portofolio sekaligus perlindungan nilai aset di tengah volatilitas ekonomi global

World Gold Council (WGC) menilai Indonesia mulai menunjukkan tren pertumbuhan pada minat dan permintaan Exchange Traded Fund (ETF) emas fisik seiring perkembangan regulasi terbaru di dalam negeri.

Head of Asia-Pacific (ex-China) and Global Head of Central Banks WGC Shaokai Fan mengatakan pertumbuhan pasar emas digital, peluncuran Bullion Ecosystem Development Roadmap 2026-2031, serta regulasi ETF emas fisik dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menegaskan komitmen Indonesia untuk memperluas akses investasi emas bagi masyarakat luas.

"Pertumbuhan platform digital dan inisiatif bullion banking adalah langkah krusial dalam menghapus hambatan akses dan memperkuat kepercayaan pasar," kata Fan dalam jumpa pers virtual di Jakarta, Rabu.

Adapun WGC secara umum mencatat permintaan ETF emas yang didukung fisik tetap positif pada kuartal I 2026 dengan peningkatan kepemilikan global sebesar 62 ton.

Peningkatan ini, kata Fan, terutama didorong oleh berlanjutnya kinerja kuat yang tercatat di bursa-bursa Asia, yang menambah 84 ton pada kuartal ini.

"Arus keluar dana yang cukup besar di bulan Maret, terutama dari ETF yang tercatat di Amerika Serikat (AS), sehingga meredam momentum awal tahun yang semula sangat kuat," ujar dia.

Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Fan mengatakan Indonesia telah lama menunjukkan minat terhadap produk keuangan yang sesuai prinsip syariah.

Ia melanjutkan emas, dengan sifatnya yang berwujud (tangible) dan tidak berbasis bunga, dinilai sangat selaras dengan prinsip keuangan syariah.

"ETF yang didukung dengan emas fisik ketika dirancang sesuai prinsip syariah akan selaras dengan preferensi investasi di Indonesia. Hal ini membuka peluang besar untuk menjangkau basis investor Muslim yang signifikan," kata Fan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Pembangunan monumen galodo Sumatera Barat

51 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pembangunan monumen galodo ...
Ekonomi
Komoditas ekonomi kreatif n...
Megapolitan
Bazar urban farming Jakarta...
Daerah
Lomba barista pelajar di Ko...
Luar Negeri
Gempa di Gunung Fuji, Sepul...
Daerah
Pemanfaatan air tanah untuk...
Ekonomi
LG Tawarkan Pengalaman LG K...
Megapolitan
Disnaker Tangerang Tambah P...
Malam Puncak HUT Jakarta 2026: Cek Rekayasa Lalu Lintas dan Pengalihan Arus Bundaran HI

Malam Puncak HUT Jakarta 2026: Cek Rekayasa Lalu Lintas dan Pengalihan Arus Bundaran HI

26 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.