Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Target Laba Jadi Tolok Ukur, Gubernur Jabar Wajibkan BJB Raih Rp2,2 Triliun di 2026

📅 Minggu, 25 Jan 2026, 10:17 WIB | Oleh:
Target Laba Jadi Tolok Ukur, Gubernur Jabar Wajibkan BJB Raih Rp2,2 Triliun di 2026 Doc: Antara Foto
Ket. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat memberikan arahan dalam Business Review Semester II Tahun 2025 & Executive Workshop Tahun 2026 di Bale Agung Gedung Negara Pakuan, Bandung

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mewajibkan manajemen PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJB) mencetak laba bersih sebesar Rp2,2 triliun pada tahun 2026 ini.

Dedi juga mengindikasikan hal itu akan jadi tolok ukur utama bagi Plt Direktur Utama BJB Ayi Subarna untuk dikukuhkan sebagai pejabat definitif.

"Sudah tidak bisa ditawar lagi, angka keuntungan harus mencapai Rp2,2 triliun, jika ingin menjadi dirut," kata Dedi dalam keterangan di Bandung, Sabtu.

Target ambisius itu, dipatok Dedi demi mengamankan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dengan laba sebesar itu, ia mengatakan BJB diproyeksikan mampu menyetorkan dividen ke kas Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat hingga Rp400 miliar.

Tantangan tersebut dinilai realistis oleh otoritas pengawas perbankan. Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Barat Darwisman mengatakan bahwa untuk mencapai setoran dividen Rp400 miliar, bank pelat merah tersebut harus mencatatkan laba bersih di atas Rp2,2 triliun.

Darwisman mengaku optimistis target itu bisa dikejar, mengingat rekam jejak bank BJB pada 2023 yang sempat menyentuh laba Rp1,8 triliun.

"Jika kredit dapat tumbuh hingga 12 persen dan mampu melakukan efisiensi hingga Rp1,4 triliun, maka laba BJB diprediksi dapat mencapai Rp2,58 triliun," ujar dia.

Ia juga menekankan pentingnya efisiensi tajam dan pengawasan ketat untuk mencegah kecurangan (fraud).

Guna memuluskan target tersebut, Dedi tidak membiarkan bank BJB berjalan sendiri. Ia mengatakan akan membuka akses langsung ke ekosistem investasi Jawa Barat yang pada tahun 2025 tercatat mencapai Rp298,6 triliun, serta proyek infrastruktur 2026 yang nilainya lebih dari Rp7 triliun.

Dedi menyodorkan skema bisnis konkret dengan memanfaatkan masuknya investor asing.

"Ada pengusaha dari China ingin membuka pabrik di Jabar, saya tawarkan 3.000 pekerja terampil, nanti mereka harus menabung di BJB," ucap Dedi.

Namun, Dedi memberi catatan tebal terkait infrastruktur teknologi. Ia memperingatkan agar divisi IT BJB berbenah total.

"Jangan sampai transaksi elektronik 'lemot', ATM 'lemot'," kata Dedi.

Menanggapi tantangan tersebut, Plt Dirut BJB Ayi Subarna, sambil melaporkan posisi kinerja perseroan hingga 31 Desember 2025 yang mencatatkan laba bersih Rp1,09 triliun dengan total aset mencapai Rp181 triliun, mengatakan kesiapannya mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dengan tetap memegang prinsip kehati-hatian.

Like, Share, Comment:

Komentar (3)

Taulaju kurase
Taulaju kurase
14 Apr 2026, 21:20 WIB.

Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam

Balas
Taulaju kurase
Taulaju kurase
14 Apr 2026, 21:20 WIB.

Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam

Balas
Taulaju kurase
Taulaju kurase
14 Apr 2026, 21:20 WIB.

Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam

Balas
Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Timothy Ivan Triyono Mundur dari Bakom RI

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Luar Negeri
AS Kirim Dua Jet Tempur F-1...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.