Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rupiah Jebol Rp17.500, Ekonom Sebut Tekanan Datang dari Dalam dan Luar Negeri

2 Selasa, 12 Mei 2026, 22:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Rupiah Jebol Rp17.500, Ekonom Sebut Tekanan Datang dari Dalam dan Luar Negeri Rupiah Jebol Rp17.500, Ekonom Sebut Tekanan Datang dari Dalam dan Luar Negeri Doc: ANTARA/ Dhemas Reviyanto
Ket. Petugas menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar AS di gerai penukaran mata uang asing Dolarindo, Melawai, Jakarta.

JAKARTA – Pelemahan nilai tukar rupiah mencerminkan meningkatnya tekanan terhadap stabilitas ekonomi domestik di tengah ketidakpastian global.

Kondisi ini umumnya dipicu oleh kombinasi penguatan dolar AS, tingginya suku bunga global, arus keluar modal asing, serta meningkatnya kebutuhan impor dan pembayaran utang luar negeri.

Ketika tekanan eksternal meningkat, rupiah menjadi lebih rentan karena pasar cenderung mencari aset yang dianggap lebih aman.

Dampak pelemahan rupiah tidak hanya dirasakan di pasar keuangan, tetapi juga dapat menekan biaya impor, memicu inflasi, dan meningkatkan beban utang pemerintah maupun korporasi yang berbasis valuta asing.

Dalam jangka panjang, stabilitas rupiah sangat bergantung pada kekuatan fundamental ekonomi seperti ekspor, investasi, cadangan devisa, serta kepercayaan investor terhadap kebijakan fiskal dan moneter nasional.

Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menilai pelemahan nilai tukar rupiah yang menembus level Rp17.500 per dolar AS pada Selasa, dipengaruhi kombinasi faktor global dan domestik.

Tekanan tersebut membuat investor cenderung lebih berhati-hati dalam menempatkan dana pada aset-aset berdenominasi rupiah.

Josua menjelaskan dari sisi global, kenaikan harga minyak dunia dan penguatan dolar AS akibat memanasnya konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran menjadi faktor utama yang menekan rupiah. Sebab, Indonesia termasuk negara yang memiliki ketergantungan impor energi cukup tinggi sehingga lebih rentan terhadap lonjakan harga minyak dan pergerakan modal asing.

“Dua faktor tersebut efeknya terhadap ekonomi kita relatif cenderung lebih besar dibandingkan mungkin dengan negara-negara lain. Sehingga dampaknya pun relatif lebih cepat terhadap nilai tukar rupiah kita,” ujar Josua dalam acara PIER Economic Review Kuartal I 2026 yang digelar secara virtual di Jakarta, Selasa (12/5).

Kenaikan harga minyak meningkatkan kekhawatiran pasar karena berpotensi menambah beban impor dan menekan stabilitas fiskal nasional. Pada saat yang sama, penguatan dolar AS mendorong arus modal asing keluar.

Sementara dari sisi domestik, tekanan terhadap rupiah juga dipengaruhi oleh penantian hasil MSCI Index Review periode Mei 2026 yang akan diumumkan pada Selasa waktu New York atau Rabu waktu Indonesia.

MSCI bakal mengumumkan hasil peninjauan berkala terhadap sejumlah indeks global, termasuk saham-saham Indonesia yang masuk maupun keluar dari indeks tersebut.

Pada peninjauan kali ini, MSCI menerapkan kriteria yang lebih ketat terkait High Shareholding Concentration (HSC) atau konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi. Kebijakan tersebut dinilai berdampak pada sejumlah saham berkapitalisasi besar di Indonesia yang memiliki free float terbatas dan berpotensi mengalami penyesuaian bobot indeks.

Selain itu, Josua melanjutkan, penurunan prospek peringkat kredit Indonesia oleh Moody's Ratings dan Fitch Ratings pada awal tahun juga memengaruhi minat risiko (risk appetite) investor global terhadap pasar saham dan obligasi domestik.

“Kita bisa lihat bahwa rentetan risiko global ditambah lagi ada penilaian ataupun peringatan dari lembaga internasional terhadap Indonesia, sehingga ini memberikan dampak yang cukup masif terhadap risk appetite investor asing, khususnya terhadap aset-aset berdenominasi rupiah kita,” katanya.

Meski demikian, Josua menegaskan kondisi pelemahan rupiah saat ini tidak dapat disamakan dengan krisis moneter tahun 1997-1998. Fundamental ekonomi Indonesia saat ini jauh lebih kuat baik dari sisi cadangan devisa maupun posisi utang luar negeri pemerintah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

Telkom Percepat Adopsi AI di Segmen Enterprise

57 menit yang lalu | Lili Lestari

Ekonomi
Telkom Percepat Adopsi AI d...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kimi Antonelli Ukir Sejarah! Di Usia 20 Tahun Resmi Jadi Juara Dunia Formula 1 2026

Kimi Antonelli Ukir Sejarah! Di Usia 20 Tahun Resmi Jadi Juara Dunia Formula 1 2026

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.