Rupiah Jebol Rp17.500, Ekonom Sebut Tekanan Datang dari Dalam dan Luar Negeri
📅 Selasa, 12 Mei 2026, 22:55 WIB | Oleh: Tim Penulis“Kita bisa lihat bahwa rentetan risiko global ditambah lagi ada penilaian ataupun peringatan dari lembaga internasional terhadap Indonesia, sehingga ini memberikan dampak yang cukup masif terhadap risk appetite investor asing, khususnya terhadap aset-aset berdenominasi rupiah kita,” katanya.
Meski demikian, Josua menegaskan kondisi pelemahan rupiah saat ini tidak dapat disamakan dengan krisis moneter tahun 1997-1998. Fundamental ekonomi Indonesia saat ini jauh lebih kuat baik dari sisi cadangan devisa maupun posisi utang luar negeri pemerintah.
Josua juga memandang, rupiah secara riil masih berada dalam kondisi undervalued atau di bawah nilai wajarnya. Artinya, pelemahan nominal rupiah saat ini lebih banyak dipengaruhi sentimen jangka pendek dibandingkan persoalan fundamental ekonomi.
Maka dari itu, ke depan stabilitas rupiah akan sangat bergantung pada perkembangan konflik geopolitik global serta respons kebijakan pemerintah dan Bank Indonesia. Ia memperkirakan ruang penurunan suku bunga acuan kini kian terbatas karena prioritas utama tetap menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!