Pemerintah Siapkan Ribuan Kapal Baru, Era Modernisasi Perikanan Dimulai
📅 Selasa, 12 Mei 2026, 23:00 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Modernisasi armada perikanan menjadi langkah penting untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing sektor kelautan nasional di tengah persaingan pasar global dan tantangan perubahan iklim.
Pembaruan kapal, alat tangkap, hingga teknologi navigasi dan pendingin hasil tangkapan dapat membantu nelayan meningkatkan efisiensi operasional, menjaga kualitas ikan, serta memperluas jangkauan penangkapan secara lebih aman dan terukur.
Namun, modernisasi tidak cukup hanya berfokus pada peningkatan kapasitas produksi. Pemerintah juga perlu memastikan akses pembiayaan, pelatihan teknologi, dan keberlanjutan sumber daya laut tetap terjaga agar modernisasi tidak memicu eksploitasi berlebihan.
Jika dilakukan secara terintegrasi, modernisasi armada perikanan dapat memperkuat kesejahteraan nelayan sekaligus mendukung ketahanan pangan dan ekspor hasil perikanan nasional.
Indonesia akan membangun 1.582 unit kapal ikan baru untuk nelayan di seluruh Indonesia secara bertahap hingga 2028 sebagai bagian dari program modernisasi armada perikanan nasional.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam siaran pers di Jakarta, Selasa (12/5), mengatakan dari total kapal yang akan dibangun, sekitar 1.000 unit merupakan kapal berkapasitas 30 gross ton (GT) yang diprioritaskan mendukung aktivitas ekonomi di Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
Menurut dia, program tersebut bertujuan meremajakan armada perikanan nasional yang sebagian besar telah berusia tua sekaligus meningkatkan produktivitas nelayan.
Ia juga memastikan seluruh kapal diproduksi di dalam negeri untuk memperkuat industri galangan kapal nasional sekaligus membuka lapangan kerja baru di sektor maritim.
Sebaiknya Anda baca juga:
Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP Lotharia Latif menambahkan tahap awal program difokuskan pada pembangunan 50 unit kapal sepanjang 2026.
Menurut dia, pemerintah saat ini tengah menyiapkan rantai pasok material, peralatan, hingga kesiapan galangan kapal nasional untuk mendukung program tersebut.
“Membangun kapal harus benar-benar memenuhi aspek teknis dan pelaksanaan yang profesional serta memenuhi standar pembangunan yang baik dan tersertifikasi,” kata Latif.
Ia mengatakan persiapan juga mencakup desain kapal, bahan baku, perlengkapan, hingga kesiapan galangan kapal yang akan memproduksi armada tersebut.
Adapun program modernisasi kapal perikanan menjadi bagian dari kerja sama investasi sektor maritim antara Indonesia dan Inggris senilai 4 miliar poundsterling atau sekitar Rp91,6 triliun.
Kehadiran kapal modern diharapkan mampu meningkatkan hasil tangkapan, memperluas jangkauan melaut, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!