Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mengapa Volume Otak Manusia Terus Menyusut?

📅 Selasa, 12 Mei 2026, 06:11 WIB | Oleh:

“Cara berpikir simbolis seperti ini pasti membutuhkan serangkaian koneksi yang jauh lebih kompleks di dalam otak daripada yang ada sebelumnya.” Saran saya adalah bahwa adanya koneksi tambahan ini memungkinkan otak untuk berfungsi dengan cara yang jauh lebih hemat energy,” tambahnya.

Namun, ahli paleontologi lain berpendapat bahwa catatan fosil menunjukkan bahwa otak mulai menyusut lebih baru daripada yang disarankan Tattersall, yang berarti perubahan tersebut tidak dapat dikaitkan dengan bahasa. Tanggal yang ditetapkan Tattersall untuk akuisisi bahasa (100.000 tahun yang lalu) juga diperdebatkan.

“Saya menyukai teori ini, saya pikir ini benar-benar brilian,” kata ilmuwan kognitif Jeff Morgan Stibel dari Museum Sejarah Alam di California. Stibel percaya bahwa perubahan iklim, dan bukan bahasa, dapat menjelaskan ukuran otak kita yang lebih kecil. “Tetapi kita belum melihat data yang menunjukkan bahwa ada penurunan sejak 100.000 tahun yang lalu yang tidak menghasilkan pembalikan di mana ukuran otak mulai meningkat lagi. Ada penurunan saat itu. Tetapi kemudian ukuran otak mulai tumbuh lagi, jadi data belum sesuai dengan hipotesis itu,” ungkapnya.

Stibel percaya bahwa perubahan iklim, dan bukan bahasa, dapat menjelaskan ukuran otak kita yang lebih kecil. Dalam sebuah studi tahun 2023, ia menganalisis tengkorak 298 Homo sapiens selama 50.000 tahun terakhir.

Ia menemukan bahwa otak manusia telah menyusut selama sekitar 17.000 tahun terakhir  sejak berakhirnya zaman es terakhir. Ketika ia dengan cermat memeriksa catatan iklim, ia menemukan bahwa penurunan ukuran otak berkorelasi dengan periode pemanasan iklim.

“Yang kami lihat adalah, semakin hangat iklimnya, semakin kecil ukuran otak pada manusia, dan semakin dingin iklimnya, semakin besar otaknya,” kata Stibel.

Otak yang lebih kecil dapat memungkinkan manusia untuk mendingin dengan cepat. Sudah diketahui bahwa manusia di iklim panas telah mengembangkan tubuh yang lebih ramping dan tinggi untuk memaksimalkan pelepasan panas. Ada kemungkinan bahwa otak kita dapat berevolusi dengan cara yang serupa. “Saat ini jika kita merasa kepanasan, kita bisa mengenakan kaus, melompat ke kolam renang, atau menyalakan AC, tetapi 15.000 tahun yang lalu pilihan-pilihan ini tidak tersedia bagi kita,” kata Stibel.

Ia menerangkan, otak adalah organ yang paling banyak menghabiskan energi, karena beratnya sekitar 2% dari massa tubuh kita tetapi mengonsumsi lebih dari 20% energi metabolisme istirahat. Jadi, jika otak adalah konsumen energi dan panas yang besar, maka kemungkinan besar ia juga harus beradaptasi dengan iklim.

Teorinya adalah bahwa otak yang lebih kecil lebih baik dalam menghilangkan panas, dan juga memiliki keluaran panas yang lebih rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa planet yang memanas dengan cepat saat ini dapat menyebabkan otak kita menyusut lebih jauh lagi. hay

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

28 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.