Internet Akan Masuk Seluruh Desa Kaltim Tahun Ini
📅 Rabu, 04 Mar 2026, 03:34 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
SAMARINDA – Kegunaan internet saat ini tak sebatas bagi warga kota. Di mana pun warga memerlukan internet, termasuk di pelosok-pelosok desa. Untuk itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menargetkan dapat menuntaskan program internet desa gratis di seluruh wilayah pada semester pertama tahun 2026.
"Dari total 841 desa di Kaltim, sebanyak 802 desa telah terlayani internet hingga akhir 2025, menyisakan 39 desa yang menjadi prioritas penyelesaian tahun ini," kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim, Muhammad Faisal, di Samarinda, Selasa.
Faisal menegaskan komitmen pemerintah untuk merampungkan sisa pekerjaan rumah tersebut. "Mudah-mudahan, semester pertama 2026 kita tuntaskan. Jadi, total 841 desa di Kaltim seluruhnya akan memiliki akses internet," ujarnya dalam jumpa pers di Ruang WIEK Diskominfo Kaltim.
Hingga saat ini, progres pemasangan internet di tingkat kabupaten/kota menunjukkan hasil signifikan, yakni desa yang sudah tuntas di Kabupaten Mahakam Ulu (50 desa), Kutai Barat (167 desa), Paser (131 desa), Penajam Paser Utara, dan Kutai Kartanegara (188 desa).
Sedangkan masih dalam proses penyelesaian, di antaranya Kutai Timur (tersisa 3 desa) dan Berau (tersisa 1 desa). Adapun 39 desa yang sedang dalam tahap pemasangan tahun ini tersebar di Kutai Barat (23 desa), Paser (8 desa), Kutai Kartanegara (5 desa), Kutai Timur (2 desa), dan Berau (1 desa).
Sebaiknya Anda baca juga:
Faisal mengakui ketersediaan listrik permanen masih menjadi kendala utama di beberapa titik. Meski beberapa desa bersedia menggunakan genset, operasional internet menjadi tidak stabil jika pasokan daya terputus. "Sebagai solusi, sejumlah desa mulai memanfaatkan energi alternatif seperti tenaga surya dan tenaga air," jelasnya.
Dari sisi infrastruktur, Pemprov Kaltim menggunakan kombinasi teknologi sesuai kondisi geografis, diantaranya menggunakan Fiber Optik: 439 desa (Prioritas kecepatan tinggi), kemudian menggunakan teknologi satelit 232 desa (Untuk daerah terpencil/3T), dan terakhir menggunakan Seluler sebanyak 131 desa.
Menurut Faisal, program ini didukung oleh berbagai penyedia layanan seperti Telkom Indonesia, Telkomsel, Comtelindo, Icon Plus, Telkomsat, Basecamp, dan PSN. "Apapun tantangannya, memastikan seluruh desa terkoneksi adalah komitmen yang harus kami tuntaskan," jelas Faisal.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!