Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dari Peluit Parkir Menuju Ka'bah: Kisah Sucipto, Kumpulkan Recehan Selama 12 Tahun Wujudkan Pergi Haji

📅 Selasa, 12 Mei 2026, 19:02 WIB | Oleh:

Meski usianya tak lagi muda, semangatnya tak surut. Baginya, perjalanan ke Tanah Suci bukan hanya soal fisik, melainkan kesiapan hati.

Di sela-sela aktivitasnya menjaga parkiran, ia kini lebih banyak berzikir. Saat malam bertugas menjaga keamanan, ia menyempatkan membaca doa-doa yang kelak akan ia panjatkan di depan Ka’bah.

Ia ingin membawa doa untuk keluarga, anak-anak, tetangga, rekan kerja, dan siapa pun yang selama ini mendukung perjuangannya.

Selain bersemangat dan bersyukur, Sucipto juga mengaku senang serta bersemangat untuk menjalankan Rukun Islam kelima itu.

Kisah Sucipto menjadi pengingat bahwa ibadah haji bukan semata perkara kemampuan finansial dalam arti besar, melainkan juga tentang ketekunan, disiplin, dan keyakinan yang dijaga bertahun-tahun.

Di tengah pandangan bahwa biaya haji semakin tinggi dan perjalanan spiritual itu terasa jauh bagi masyarakat kecil, Sucipto justru membuktikan bahwa mimpi besar dapat ditempuh dari profesi yang sederhana.

Dari peluit kecil di area parkir, dari uang receh yang disisihkan setiap hari, dari malam-malam panjang menjaga keamanan, hingga sebidang tanah yang rela dilepas, semua menjadi bagian dari perjalanan seorang tukang parkir menuju Baitullah.

Labbaikallahumma labbaik, labbaika la syarika laka labbaik. Innal hamda wan ni'mata laka wal mulk. La syarika laka (Aku datang memenuhi panggilan-Mu ya Allah, aku datang memenuhi panggilan-Mu, aku datang memenuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, aku datang memenuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, kemuliaan, dan segenap kekuasaan adalah milik-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu)”.

Beberapa hari lagi, ketika pesawat yang membawanya lepas landas menuju Tanah Suci, Sucipto tidak hanya membawa koper dan perlengkapan ibadah.

Ia membawa cerita tentang kerja keras, pengorbanan, dan keyakinan bahwa panggilan Allah bisa datang kepada siapa saja, termasuk seorang tukang parkir dari Banyumas.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Banyumas H Afifuddin Idrus menilai perjuangan Sucipto, seorang tukang parkir di Pasar Pon yang berhasil mewujudkan impiannya menunaikan ibadah haji, menjadi bukti bahwa panggilan ke Tanah Suci tidak semata ditentukan oleh tingkat ekonomi, melainkan oleh kemauan, keimanan, dan kesungguhan dalam berikhtiar.

"Luar biasa. Ini membuktikan bahwa kalau ada kemauan, pasti ada jalan. Beliau sudah menunjukkan langkah nyata, punya kemauan, punya keimanan, lalu istiqamah berusaha hingga akhirnya bisa berangkat," katanya.

kisah seperti yang dialami Sucipto dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas, termasuk mereka yang secara ekonomi sebenarnya lebih mapan namun belum memiliki keberanian atau tekad untuk mendaftarkan diri sebagai calon haji.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Sekolah membutuhkan perbaikan di Kerinci

45 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Sekolah membutuhkan perbaik...

Italia Mendidih, 3 Orang Tewas Tersengat Panas

47 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Italia Mendidih, 3 Orang Te...
Ekonomi
Proyeksi produksi jagung na...

Kebakaran Bromo Meluas hingga 80 Hektare, Drone Turun Tangan

51 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Kebakaran Bromo Meluas hing...

Terindikasi Main Judi Online, Nyaris 1,5 Juta Penerima Bansos Ditahan Bantuannya

Terindikasi Main Judi Online, Nyaris 1,5 Juta Penerima Bansos Ditahan Bantuannya

05 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.