Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dari Peluit Parkir Menuju Ka'bah: Kisah Sucipto, Kumpulkan Recehan Selama 12 Tahun Wujudkan Pergi Haji

📅 Selasa, 12 Mei 2026, 19:02 WIB | Oleh:

Namun, menabung saja ternyata belum cukup untuk memenuhi biaya setoran awal pendaftaran haji.

Di tengah perjuangannya, Sucipto mengambil keputusan besar. Ia menjual sebidang tanah miliknya untuk melengkapi biaya setoran awal sebesar Rp25,5 juta.

Keputusan itu bukan hal mudah karena tanah tersebut merupakan salah satu aset keluarga yang nilainya terus meningkat. Namun, bagi Sucipto, panggilan berhaji memiliki tempat istimewa di dalam hidupnya.

“Waktu itu saya punya tanah sedikit, saya jual. Buat nambah setoran awal,” katanya.

Sejak tahun 1999, Sucipto sudah bekerja di Pasar Pon. Lebih dari dua dekade ia mengenal denyut kehidupan pasar tradisional, pedagang yang datang sebelum subuh, pembeli yang berebut kebutuhan pokok, hingga kendaraan yang silih berganti memenuhi area parkir.

Di tempat itulah banyak orang mengenalnya. Sebagian memanggilnya Pak Sipto, sebagian lain sekadar menyapa dengan senyum dan anggukan.

Bagi para pedagang, ia bukan sekadar penjaga parkir, melainkan bagian dari keluarga besar pasar. Oleh karena itu, kabar keberangkatannya ke Tanah Suci cepat menyebar.

Ucapan selamat datang dari berbagai arah. Doa dipanjatkan oleh rekan kerja, pedagang pasar, hingga warga kompleks tempat ia menjaga keamanan pada malam hari.

Saat menceritakan hal itu, mata Sucipto tampak berkaca-kaca. “Kadang nelangsa, kadang senang. Warga perumahan pada bangga, nyelameti (memberikan selamat) saya. Tiga RT di sana ikut senang,” katanya.

Ia mengaku tidak pernah membayangkan akan sampai di titik ini. Sebagai kepala keluarga dengan tiga anak, prioritas utamanya selama bertahun-tahun adalah memastikan pendidikan anak-anak tetap berjalan.

Bahkan, ia pernah berutang demi kebutuhan keluarga dan pendidikan. Utang itu satu per satu ia lunasi, sambil tetap menjaga tabungan hajinya agar tidak terpakai.

Baginya, pendidikan anak adalah investasi masa depan, sedangkan haji adalah investasi akhirat. Keduanya sama-sama penting, dan keduanya harus diperjuangkan. Kini, ketiga anaknya telah tumbuh dewasa. Sebagian sudah bekerja dan membantu orang tua.

Mendekati hari keberangkatan, Sucipto juga mempersiapkan kondisi fisik. Setiap pagi, ia rutin berjalan kaki untuk melatih stamina. Ia juga telah menjalani vaksinasi dan mengikuti manasik haji bersama calon jamaah lain.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Putri KW Sukses Menembus Babak 8 Besar

7 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Putri KW Sukses Menembus Ba...

Sabar/Reza Amankan Tiket Babak 8 Besar

7 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Sabar/Reza Amankan Tiket Ba...
Ekonomi
Rupiah Sentuh Level Terenda...

Jakarta Fair Akan Berlangsung Lebih Lama

1 jam lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Jakarta Fair Akan Berlangsu...

Jakarta Model Percontohan Pelayanan Terpadu

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Jakarta Model Percontohan P...
Megapolitan
Pelatihan untuk Tekan Penga...
Nasional
Dinamika Atmosfer Picu Banj...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
WHO: Makanan Tercemar Tewaskan 1,5 Juta Penduduk Setiap Tahun

WHO: Makanan Tercemar Tewaskan 1,5 Juta Penduduk Setiap Tahun

05 Jun 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.