Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kasus Campak Meningkat, Fahira Idris Desak Kepala Daerah Terapkan 7 Langkah Strategis

📅 Rabu, 04 Mar 2026, 23:10 WIB | Oleh:
Kasus Campak Meningkat, Fahira Idris Desak Kepala Daerah Terapkan 7 Langkah Strategis Doc: DPD RI
Ket. Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta Fahira Idris.

Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta Fahira Idris meminta seluruh kepala daerah di Indonesia memastikan program vaksinasi campak berjalan efektif di wilayahnya masing-masing menyusul meningkatnya kasus campak di berbagai daerah. Peningkatan kasus ini harus menjadi alarm bagi pemerintah daerah untuk memperkuat upaya pencegahan melalui imunisasi yang merata dan respons kesehatan masyarakat yang cepat.

“Campak adalah penyakit yang sangat menular, tetapi sebenarnya dapat dicegah melalui vaksinasi. Karena itu kepala daerah perlu memastikan program imunisasi berjalan optimal agar anak-anak kita terlindungi dari penyakit yang sebenarnya bisa dicegah ini,” ujar Fahira Idris di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (4/3).

Senator Jakarta ini menjelaskan untuk mencegah terus meningkatnya kasus campak, cakupan imunisasi harus mencapai sekitar 94 persen agar tercapai kekebalan kelompok (herd immunity). Tanpa cakupan yang tinggi dan merata, virus akan terus menemukan populasi rentan dan memicu penularan baru.

Oleh karena itu, Fahira Idris yang juga aktivis perlindungan anak ini meminta para kepala daerah mengambil sejumlah langkah strategis.

Langkah pertama, memastikan cakupan imunisasi campak di daerahnya mencapai target minimal 94 persen dengan memperkuat program imunisasi rutin di puskesmas, posyandu, dan fasilitas kesehatan lainnya.

Kedua, melakukan percepatan imunisasi kejar bagi anak-anak yang belum mendapatkan vaksin lengkap, terutama di wilayah dengan cakupan imunisasi rendah. 

Ketiga, memperkuat sistem surveilans penyakit menular melalui pelaporan cepat dan respons epidemiologi maksimal 24 jam setelah ditemukan kasus suspek campak.

Keempat, meningkatkan kampanye edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya vaksinasi, termasuk melawan misinformasi terkait imunisasi.

Kelima, menggerakkan kolaborasi lintas sektor di tingkat daerah, termasuk melibatkan sekolah, tokoh masyarakat, organisasi keagamaan, dan kader kesehatan untuk memperluas jangkauan imunisasi.

Keenam, memastikan tenaga kesehatan dan logistik vaksin tersedia secara memadai hingga ke wilayah terpencil agar tidak ada anak yang terlewat dari program imunisasi.

Ketujuh, mengintegrasikan program imunisasi dengan pelayanan kesehatan ibu dan anak sehingga pemantauan status vaksinasi dapat dilakukan secara lebih sistematis.

Fahira Idris juga mengimbau para orang tua agar segera membawa anak-anak mereka ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan vaksin campak sesuai jadwal.

“Imunisasi adalah investasi kesehatan masa depan anak. Jika cakupan vaksinasi tinggi dan merata, kita tidak hanya melindungi anak sendiri tetapi juga melindungi anak-anak lain di lingkungan sekitar,” pungkas Fahira Idris.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Gaji PPPK Dibayar APBN, Gub...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.