Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Trump Tolak Syarat Perdamaian Iran, Teheran Peringatkan Serangan Baru

📅 Senin, 11 Mei 2026, 09:55 WIB | Oleh: Tim Penulis

Tidak Ada 'Gangguan' Hormuz 

Sementara itu, The Wall Street Journal, mengutip sumber yang mengetahui masalah tersebut, mengatakan bahwa Iran menyampaikan tuntutannya sendiri kepada Washington dan mengusulkan agar sebagian uranium yang sangat diperkaya miliknya diencerkan, dan sisanya dipindahkan ke negara ketiga.

Dalam tanggapannya, yang disampaikan melalui mediator Pakistan, Iran meminta jaminan bahwa uranium yang ditransfer akan dikembalikan jika negosiasi gagal atau Washington kemudian menarik diri dari perjanjian tersebut, demikian sumber-sumber mengatakan kepada Journal.

Trump tidak menyebutkan detail semacam itu ketika menolak tanggapan Iran.

Iran memberlakukan blokade di Selat Hormuz yang vital pada awal perang, menyebabkan harga minyak global melonjak dan mengguncang pasar keuangan. 

Sejak itu, mereka telah menetapkan mekanisme pembayaran untuk memungut biaya dari kapal-kapal yang melintasi selat tersebut, tetapi para pejabat AS menekankan bahwa akan "tidak dapat diterima" jika Teheran mengendalikan jalur air internasional dan rute untuk seperlima minyak dunia dan bahan-bahan vital lainnya. 

Sementara itu, Angkatan Laut AS memblokade pelabuhan-pelabuhan Iran, terkadang melumpuhkan atau mengalihkan kapal-kapal yang menuju dan berangkat dari pelabuhan tersebut.

Inggris dan Prancis memimpin upaya untuk menciptakan koalisi internasional guna mengamankan selat tersebut setelah kesepakatan damai tercapai, dengan kedua negara mengirimkan kapal ke wilayah tersebut terlebih dahulu.

Pemerintah Inggris mengatakan kedua negara akan menjadi tuan rumah pertemuan multinasional para menteri pertahanan dari lebih dari 40 negara pada hari Selasa untuk membahas rencana militer dalam memulihkan arus perdagangan melalui Selat Hormuz.

Namun Iran memperingatkan pada hari Minggu bahwa Inggris dan Prancis akan menghadapi "tanggapan yang tegas dan segera" jika mereka mengerahkan kapal-kapal mereka ke selat tersebut.

"Hanya Republik Islam Iran yang dapat menegakkan keamanan di selat ini dan tidak akan mengizinkan negara mana pun untuk ikut campur dalam masalah tersebut," tulis Wakil Menteri Luar Negeri Kazem Gharibabadi di X.

Presiden Prancis Emmanuel Macron kemudian menegaskan bahwa negaranya "tidak pernah membayangkan" pengerahan angkatan laut di Hormuz, melainkan misi keamanan "yang dikoordinasikan dengan Iran." 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Militer AS Terus Bombardir ...
Nasional
OJK Dorong Perbankan Perlua...
Nasional
Perampingan BUMN Butuh Inte...

Suara Anak Indonesia Amanat Konstitusi

1.5 jam yang lalu | Lukman

Nasional
Suara Anak Indonesia Amanat...
Gerakan Pasar Ikan Murah Akan Digelar Pemprov Kaltim Berkala, Upaya Tekan "Stunting" di Berau

Gerakan Pasar Ikan Murah Akan Digelar Pemprov Kaltim Berkala, Upaya Tekan "Stunting" di Berau

23 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.