Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Eskalasi Meningkat, Iran Balas Serang 18 Aset Militer AS di Kuwait dan Bahrain

3 Kamis, 11 Jun 2026, 10:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Eskalasi Meningkat, Iran Balas Serang 18 Aset Militer AS di Kuwait dan Bahrain Eskalasi Meningkat, Iran Balas Serang 18 Aset Militer AS di Kuwait dan Bahrain Doc: ANTARA/Anadolu
Ket. Ilustrasi dampak perang AS-Iran.

ISTANBUL - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan 18 titik aset militer Amerika Serikat di Kuwait dan Bahrain menjadi sasaran serangan di tengah ketegangan kawasan yang kembali mengalami eskalasi.

Dalam pernyataannya, Kamis (11/6), IRGC menyatakan target-targetnya tersebut antara lain pangkalan udara Ali Al Salem dan Ahmad Al Jaber di Kuwait serta pangkalan udara Sheikh Isa di Bahrain.

Terpisah, militer Iran menyatakan telah menyerang sistem Patriot dan fasilitas komunikasi miliki Armada Kelima AS di Bahrain.

Militer Iran juga mengkonfirmasi sejumlah drone telah diluncurkan ke arah Armada Kelima AS sebagai balasan atas apa yang mereka sebut sebagai serangan AS terhadap Iran selatan.

Pasukan Iran juga senantiasa siap mengkonfrontasi musuh "hingga nafas terakhir" dan tidak akan mundur hingga semua musuh mendapat ganjaran atas tindakan mereka, demikian pernyataan militer Iran.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah ketegangan kawasan yang mengalami eskalasi menyusul serangan AS ke Iran selatan dan serangan balasan Iran terhadap aset militer AS di kawasan.

Amerika Serikat melancarkan gelombang serangan baru terhadap Iran pada Rabu (10/6) malam ketika upaya untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama tiga bulan itu tersendat, dan Teheran membalas dengan mengatakan akan menargetkan kapal apa pun yang melewati Selat Hormuz.

Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan pasukan Amerika memulai "serangan pertahanan diri tambahan" pada pukul 17.15 waktu Washington, Kamis (11/6) dini hari di Iran, terhadap beberapa target di Iran, sebagai tanggapan atas apa yang disebutnya sebagai "agresi yang tidak beralasan dan berkelanjutan" dari Teheran. 

Media Iran melaporkan ledakan di seluruh wilayah selatan negara itu dekat Selat Hormuz, area yang sama di mana pasukan AS telah membombardir pertahanan udara, radar, dan situs lainnya pada hari Selasa. Sumber-sumber Iran melaporkan serangan baru oleh "proyektil musuh" di Qeshm, Kargan, dan Sirik.

Angkatan laut Iran mengatakan telah menembak jatuh dua kapal yang mencoba berlayar melalui Selat Hormuz, demikian dilaporkan televisi pemerintah IRIB dan kantor berita Mehr. Media Iran juga melaporkan Iran telah menyerang Armada Kelima AS di Bahrain, mengenai antena komunikasi dan fasilitas radar.

Setelah serangan udara Amerika terbaru, "semua lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz akan menjadi sasaran," kata komando Khatam al-Anbiya, menurut kantor berita Tasnim. Selat tersebut kini ditutup "sepenuhnya tertutup untuk semua jenis kapal," kata komando tersebut.

Namun, CENTCOM membantah hal ini, dengan mengatakan "kapal-kapal komersial terus melintas masuk dan keluar Selat Hormuz malam ini."

Presiden Donald Trump mengatakan saat pemboman sedang berlangsung, para pemimpin Iran menghubunginya langsung di Ruang Situasi Gedung Putih dan memintanya untuk menghentikan serangan tersebut, demikian dilaporkan Fox News.

Garda Revolusi Iran dengan cepat membantah bahwa Iran telah mengajukan permintaan tersebut, kata kantor berita IRNA.

Trump mengatakan pasukan AS menyerang Iran dengan 49 rudal Tomahawk dan beberapa target berada sedekat 40 mil (60 km) dari Teheran, kata Fox News.

Jika Iran tidak menerima persyaratan AS untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama tiga bulan, "Presiden Trump mengatakan, 'Kami akan membombardir mereka habis-habisan besok malam,'" kata reporter Fox News, Trey Yingst, yang berbicara dengan presiden.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

Harga Cabai Rawit Rp93.650/Kg, Telur Ayam Rp29.300/Kg

38 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp93.650/...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Ekspor Indonesia ke China Tembus US$54,17 Miliar! Komoditas Apa yang Paling Diburu?

Ekspor Indonesia ke China Tembus US$54,17 Miliar! Komoditas Apa yang Paling Diburu?

03 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.