Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kemenekraf Dukung Pegiat Ekraf Startup Nasional Naik Kelas

📅 Kamis, 16 Apr 2026, 17:23 WIB | Oleh:
Kemenekraf Dukung Pegiat Ekraf Startup Nasional Naik Kelas Doc: ANTARA/HO-Kementerian Ekonomi Kreatif
Ket. Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menerima audiensi dari Asosiasi Startup for Industri Indonesia (Starfindo) di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Rabu (15/4).

JAKARTA - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) mendorong sebagai akselerator bagi para pegiat ekonomi kreatif (Ekraf) termasuk asosiasi startup ke level mandiri.

Dalam menerima audiensi Asosiasi Startup for Industri Indonesia (Starfindo), Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya menyampaikan bahwa setiap pegiat ekraf harus didorong untuk naik kelas melalui kurasi, komersialisasi kekayaan intelektual (KI), serta perluasan akses pasar dan pembiayaan.

“Kementerian Ekraf memfokuskan 80 persen energinya sebagai akselerator bagi para pegiat ekraf, termasuk asosiasi startup seperti Starfindo yang sudah berdaya hingga didorong ke level mandiri,” kata Menekraf Riefky, dalam keterangan resminya yang diterima di Jakarta, Kamis (16/4).

Menurut Menekraf Riefky hal itu sebagai wujud filosofi ekonomi kreatif sebagai the new engine of growth atau mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional.

Dalam hal ini, Kemenekraf (Ekraf) turut menjajaki peluang kolaborasi strategis dengan Asosiasi Startup for Industri Indonesia (Starfindo) dalam memperkuat ekosistem startup dan industri kreatif nasional.

Melalui Direktorat Kreativitas Digital dan Teknologi, Kementerian Ekraf senantiasa menjaring para pegiat subsektor aplikasi untuk melakukan inovasi yang berkelanjutan.

Riefky menyebut subsektor aplikasi mengalami peningkatan signifikan meski menghadapi tantangan pendanaan, perlindungan kekayaan intelektual, dan target pertumbuhan PDB serta ekspor.

“Kami siap berkolaborasi dengan Starfindo melalui Program ASTA EKRAF seperti Ekraf Data dan Ekraf Bijak. Hanya saja harus dipastikan tantangan, goals, dan tambahkan direktorat atau satuan kerjanya mau mengarah ke mana saja,” tutur dia.

Dengan pendekatan kolaboratif, lanjut Menekraf Riefky, dampak kolaborasi akan jauh lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Kementerian Ekraf menyambut baik berbagai usulan dan akan mengkaji lebih lanjut untuk mengidentifikasi peluang kolaborasi yang paling memungkinkan serta dapat diimplementasikan secara bertahap melalui sinergi lintas sektor.

Starfindo sendiri berada dalam ekosistem Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, dengan tujuan membantu startup yang membutuhkan solusi dari perusahaan rintisan dan percepatan dalam penyampaian teknologi.

Hal ini didukung melalui Program Startup4industry.id sejak 2018 dan telah memiliki 1.300 alumni, yang mana mereka lolos inkubasi dari ranah Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), dan e-commerce.

Dalam audiensi, Starfindo mengajukan 7 poin strategis yang bisa dirumuskan bersama mulai dari kebijakan dan regulasi, bisnis dan pengadaan, pengembangan infrastruktur dan teknologi, akses pembiayaan dan investasi, pengembangan ekosistem dan SDM, ekspansi global dan branding nasional, serta kemudahan akses dan kolaborasi strategis.

Wakil Ketua Umum Starfindo, Hembang Nugraha mengatakan bahwa Starfindo senantiasa memperhatikan aspirasi dari anggota asosiasi yang tentu membuka potensi kerjasama dan kolaborasi melalui jalur pemerintahan atau business to Government (B2G).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Rona
Bernadya Rilis Album Kedua ...
Luar Negeri
Tiongkok Luncurkan Satelit ...
Luar Negeri
Qatar Dorong Negara Teluk H...
Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.