Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tren Pernikahan 2026: Pasangan Muda Kini Prioritaskan Kesiapan Rumah Tangga daripada Pesta Mewah

📅 Senin, 11 Mei 2026, 18:25 WIB | Oleh:
Tren Pernikahan 2026: Pasangan Muda Kini Prioritaskan Kesiapan Rumah Tangga daripada Pesta Mewah Doc: Bosch
Ket. Ilustrasi seserahan pernikahan. Generasi Z dan milenial mulai mengalihkan anggaran pesta pernikahan ke kebutuhan rumah tangga jangka panjang. Dari mesin cuci hingga perlengkapan hunian, pasangan muda kini lebih fokus membangun kehidupan setelah menikah.

JAKARTA — Tren pernikahan di kalangan generasi muda mulai mengalami pergeseran. Jika sebelumnya pesta besar menjadi prioritas utama, kini banyak pasangan lebih memilih mempersiapkan kehidupan setelah menikah dengan lebih realistis, mulai dari menata keuangan hingga melengkapi kebutuhan rumah tangga jangka panjang.

Perubahan tersebut muncul di tengah tingginya biaya pernikahan di Indonesia. Data Bridestory mencatat mayoritas calon pengantin menyiapkan anggaran sekitar Rp250 juta hingga Rp500 juta untuk menggelar pesta pernikahan. Namun, meningkatnya biaya hidup membuat sebagian pasangan mulai mempertimbangkan ulang pengeluaran untuk seremoni satu hari.

Survei JAKPAT 2025 menunjukkan generasi Z dan milenial kini cenderung memilih konsep pernikahan yang lebih sederhana dan intim. Sebagian pasangan bahkan memilih menikah di Kantor Urusan Agama (KUA) untuk menekan biaya dan mengalihkan dana ke kebutuhan lain yang dinilai lebih penting setelah menikah.

Dana yang sebelumnya dihabiskan untuk pesta kini mulai dialokasikan untuk rumah, tabungan, modal usaha, hingga perlengkapan rumah tangga. Fenomena ini terlihat dari konsep pernikahan yang ramai diperbincangkan di media sosial, salah satunya dilakukan oleh konten kreator sekaligus founder Ruang A23, Arrofi Ramadhan.

Dalam konten persiapan pernikahannya, Arrofi menarik perhatian publik lewat pilihan seserahan yang dinilai tidak biasa. Ia memilih berbagai barang rumah tangga dan perlengkapan fungsional sebagai bagian dari seserahan pernikahannya.

“Karena momennya menikah, saya tidak ingin memberikan sesuatu yang biasa saja. Seserahannya, saya ingin tetap punya nilai personal, bermanfaat untuk rumah tangga kami nanti, dan semoga bisa ikut membanggakan mertua juga,” ujar Arrofi melalui keteranganya pada hari Senin (11/5).

Pilihan tersebut dinilai mencerminkan perubahan cara pandang pasangan muda terhadap makna seserahan. Jika sebelumnya identik dengan simbol atau barang mewah, kini seserahan mulai diarahkan pada barang yang memiliki fungsi jangka panjang untuk kehidupan rumah tangga.

Salah satu tantangan yang kerap dihadapi pasangan setelah menikah adalah penyesuaian rutinitas rumah tangga. Mulai dari membagi pekerjaan rumah, mengatur waktu, hingga menjaga kenyamanan bersama menjadi bagian dari proses adaptasi.

Karena itu, banyak pasangan mulai mempertimbangkan perlengkapan rumah tangga yang dapat membantu aktivitas sehari-hari. Arrofi, misalnya, memilih mesin cuci sebagai bagian dari seserahannya karena dinilai dapat membantu efisiensi pekerjaan rumah tangga.

Selain urusan domestik, mobilitas harian juga menjadi perhatian baru setelah menikah. Kendaraan tidak lagi sekadar alat transportasi pribadi, tetapi mendukung aktivitas bersama pasangan, mulai dari bekerja hingga memenuhi kebutuhan rumah tangga. Untuk itu, Arrofi juga memasukkan aki mobil sebagai bagian dari seserahan agar kendaraan tetap dalam kondisi optimal.

Kebutuhan lain yang kerap muncul setelah menikah adalah penyesuaian hunian. Renovasi ringan, pemasangan furnitur, hingga dekorasi rumah menjadi aktivitas yang umum dilakukan pasangan baru. Sebagai seorang desainer interior, Arrofi memilih bor listrik karena dinilai akan sering digunakan setelah menempati rumah bersama pasangan.

Menariknya, berbagai perlengkapan tersebut berasal dari produk Bosch yang dipilih karena dianggap relevan untuk kebutuhan rumah tangga jangka panjang. “Saya ingin ada sesuatu yang besar, fungsinya terasa terus, bukan hanya disimpan,” kata Arrofi.

Head of Corporate Communications and Government Relations Bosch Indonesia, Fenny Anggraeni Sofyan, menilai kenyamanan rumah tangga sering kali ditentukan oleh hal-hal kecil yang berjalan dengan baik setiap hari.

Menurut dia, perubahan cara pandang pasangan muda tersebut sejalan dengan kampanye “Beres Bosch!” yang ingin menunjukkan bagaimana teknologi dapat membantu kehidupan rumah tangga menjadi lebih praktis dan nyaman.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Rakyat Banyuwangi Tak Perlu Resah, Cadangan Beras Melimpah

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Rakyat Banyuwangi Tak Perlu...
MK Tolak Pilkada Lewat DPRD, Rakyat Tetap Pilih Langsung

MK Tolak Pilkada Lewat DPRD, Rakyat Tetap Pilih Langsung

02 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.