Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pembangunan Sektor Perikanan Harus dari Wilayah Pesisir, Menteri KP Yakin Kampung Nelayan Jadi Mesin Pacu Pertumbuhan Ekonomi

📅 Kamis, 02 Jul 2026, 13:30 WIB | Oleh:
Pembangunan Sektor Perikanan Harus dari Wilayah Pesisir, Menteri KP Yakin Kampung Nelayan Jadi Mesin Pacu Pertumbuhan Ekonomi Doc: antara foto
Ket. Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Sakti Wahyu Trenggono

JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Sakti Wahyu Trenggono meyakini program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) bakal menjadi mesin baru penggerak pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya di wilayah pesisir.

Menurutnya, program tersebut dinilai mampu mentransformasi desa nelayan menjadi kawasan produktif, modern, dan berdaya saing, sekaligus mendukung pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.

Trenggono dalam Rapat Koordinasi Nasional Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) Sektor Kelautan dan Perikanan Tahun 2026 di Jakarta, Kamis (2/7), menyampaikan pembangunan sektor kelautan dan perikanan harus dimulai dari desa-desa pesisir sebagai pusat ekonomi baru yang turut mampu menopang ketahanan pangan nasional.

"Program Kampung Nelayan Merah Putih merupakan salah satu strategi transformasi desa nelayan menjadi kawasan produktif dan modern, dan menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru di wilayah pesisir dengan proyeksi kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 hingga 16,2 persen," ujar Trenggono.

Ia mengungkapkan, implementasi KNMP telah dimulai sejak 2023 melalui proyek percontohan di Kampung Samber-Binyeri yang menunjukkan hasil signifikan.

Program tersebut berhasil meningkatkan kesejahteraan berupa naiknya nilai tukar nelayan hingga 113,2 persen, penjualan ikan sebesar 47 persen, serta produksi tangkapan hingga 103 persen.

Menurut dia, peningkatan tersebut berdampak pada kenaikan pendapatan nelayan hingga 78 persen.

Selain itu, akses pasar hasil perikanan juga semakin luas, mencakup Bitung, Jakarta, Semarang, dan Surabaya dengan total volume distribusi mencapai 295 ton. Bahkan, sebagian besar hasil produksi kini telah memasuki pasar ekspor.

"Dulu penjualannya hanya di pasar lokal, sekarang sudah hampir 90 persen ekspor," ujarnya.

Trenggono menambahkan, pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih dilakukan melalui tiga tahap utama, yakni peningkatan produktivitas, peningkatan kualitas, dan keberlanjutan.

Pada tahap keberlanjutan, masyarakat pesisir diarahkan untuk melakukan diversifikasi usaha melalui pengembangan budidaya laut yang dinilai memiliki potensi besar.

Menurutnya, model bisnis KNMP dirancang agar nelayan tidak hanya berfokus pada aktivitas penangkapan ikan, tetapi juga memperoleh dukungan pembiayaan, fasilitas operasional, hingga akses pasar domestik dan ekspor.

Saat ini kata dia sudah ada 65 KNMP yang dalam proses transformasi operasional, serta secara pararel tahun ini pihaknya berencana membangun 1.269 kampung nelayan di di seluruh wilayah Tanah Air.

Ia turut menyampaikan, pembangunan sektor kelautan dan perikanan sejalan dengan Astacita Presiden, terutama dalam mendorong pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.