Udara Makin Panas, Berapa Derajat Suhu AC yang Disarankan Saat Musim Kemarau?
📅 Senin, 18 Mei 2026, 10:33 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: IST
JAKARTA - Pendingin ruangan (AC) kerap menjadi andalan untuk mendapatkan udara sejuk saat musim panas. Namun, penggunaan AC yang berlebihan berisiko memicu masalah kesehatan.
Sebagaimana dilansir laporan Hindustan Times, Minggu, Direktur Bidang Penyakit Dalam di Sir H. N. Reliance Foundation Hospital, Dr. Divya Gopal menyampaikan bahwa udara dingin dari AC dapat memicu gejala mirip flu musim panas.
Menurut dia, perubahan suhu mendadak dapat mempengaruhi sistem pernapasan. Ia mencontohkan masalah muncul ketika tubuh terus-menerus berpindah antara dua suhu ekstrem, misalnya suhu luar ruangan mendekati 40 derajat celsius sementara suhu dalam ruangan sekitar 20 derajat celsius.
Serangkaian perubahan terjadi saat tubuh terus berpindah antara suhu ekstrem, seperti keluar dari ruangan ber-AC menuju udara panas di luar atau bahkan masuk ke area rumah yang lebih hangat seperti dapur tanpa AC.
“Lapisan halus pada hidung dan saluran pernapasan sebenarnya terbiasa dengan perubahan suhu yang terjadi perlahan, bukan secara tiba-tiba. Ketika tubuh mendingin terlalu cepat, pembuluh darah di hidung menyempit lalu melebar dengan cepat, yang dapat menyebabkan vasomotor rhinitis,” kata Dr. Gopal.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kondisi ini, lanjut dia, membuat hidung membengkak, menghasilkan lendir, dan menimbulkan gejala seperti pilek atau hidung tersumbat meskipun tidak ada infeksi.
Menurut dia, tubuh membutuhkan penyesuaian secara bertahap, sehingga sangat kesulitan menghadapi perubahan suhu yang terlalu sering atau “guncangan suhu” bisa berisiko muncul gejala yang menyerupai flu biasa.
Aspek lain yang perlu diperhatikan terkait kelembapan udara. AC menciptakan udara yang sangat kering karena menghilangkan banyak kelembapan dari ruangan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dr. Gopal menyampaikan kelembapan udara di dalam ruangan sebaiknya berada di kisaran 40 hingga 60 persen. Jika AC digunakan terlalu lama, kelembapan bisa turun menjadi 20 hingga 30 persen.
“Udara kering membuat lapisan lendir di hidung mengering sehingga lebih lemah dan kurang mampu menangkap virus maupun polutan,” tutur dia.
Dokter Gopal menyampaikan bahwa udara lembap secara alami membantu mengembalikan kelembapan pada saluran hidung dan tenggorokan yang kering, mengurangi iritasi yang disebabkan oleh udara kering AC.
Oleh karena itu, banyak orang merasa gejala seperti hidung tersumbat, tenggorokan kering, dan “flu musim panas” berkurang setelah pindah ke lingkungan yang lebih lembap.
Kondisi AC juga bisa menjadi penyebab gejala “flu musim panas” yang terus berulang. Dokter Gopal mengingatkan pentingnya membersihkan filter AC secara rutin.
Jika tidak dibersihkan, filter dapat dipenuhi debu, serbuk sari, jamur, dan bakteri yang kemudian beredar di udara yang dihirup.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!