Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkot Bandung Siapkan 220 Titik Pengolahan Sampah demi Capai Targetkan Pengurangan Sampah hingga 250 Ton per Hari

5 Rabu, 01 Jul 2026, 15:42 WIB | Oleh:
Pemkot Bandung Siapkan 220 Titik Pengolahan Sampah demi Capai Targetkan Pengurangan Sampah hingga 250 Ton per Hari Pemkot Bandung Siapkan 220 Titik Pengolahan Sampah demi Capai Targetkan Pengurangan Sampah hingga 250 Ton per Hari Doc: Humas Kota Bandung

BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus mempercepat transformasi sistem pengelolaan sampah melalui pembangunan hingga 220 titik pengolahan sampah berbasis kewilayahan.

Langkah ini menjadi strategi utama untuk mengurangi ketergantungan terhadap Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti yang saat ini menghadapi pembatasan kuota, sekaligus menjawab tantangan timbulan sampah Kota Bandung yang mencapai sekitar 1.511 ton per hari.

Komitmen tersebut mengemuka dalam sebuah talkshow pada Selasa (30/6). Talkshow menghadirkan Ketua Tim Pengurangan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Syahriani, S.T., serta Anggota Komisi III DPRD Kota Bandung, Nunung Nurasiah, S.Pd.

Syahriani menjelaskan, pembatasan kuota di TPA Sarimukti harus menjadi momentum perubahan dalam sistem pengelolaan sampah di Kota Bandung. Menurut dia, paradigma lama yang bertumpu pada pola kumpul, angkut, buang sudah tidak lagi mampu menjawab tantangan perkotaan.

“Pembatasan kuota TPA Sarimukti harus menjadi momentum perubahan. Kota Bandung tidak bisa lagi bergantung pada pola lama ‘kumpul, angkut, buang’. Ke depan, sampah harus diselesaikan sedekat mungkin dengan sumbernya melalui pengelolaan di tingkat rumah tangga dan kewilayahan,” ujar dia.

Sebagai bagian dari transformasi tersebut, Pemkot Bandung tengah menginventarisir calon lokasi pembangunan hingga 220 titik pengolahan sampah di berbagai wilayah. Program ini dirancang untuk menghadirkan fasilitas pengolahan yang lebih dekat dengan masyarakat sehingga pengurangan sampah dapat dilakukan sejak dari sumbernya.

Selain itu, pembangunan fasilitas pengolahan sampah juga didukung oleh berbagai pihak. Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah menyiapkan bantuan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) yang saat ini masih dalam tahap uji coba efektivitas, sementara Mabes TNI AD juga memberikan dukungan rencana bantuan mesin pengolahan sampah.

Menurut Syahriani, pembangunan fasilitas tersebut bukan sekadar menambah infrastruktur, melainkan membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.

“Pembangunan hingga 220 titik pengolahan sampah bukan sekadar menambah infrastruktur, tetapi membangun ekosistem pengelolaan sampah yang lebih mandiri dan berkelanjutan. Harapannya, setiap wilayah mampu mengolah sebagian besar sampahnya sendiri sehingga hanya residu yang dikirim ke TPA,” kata dia.

Melalui penambahan fasilitas tersebut, Pemkot Bandung menargetkan pengurangan sampah sebesar 125 hingga 250 ton per hari. Pengurangan ini diharapkan mampu memperpanjang umur layanan TPA Sarimukti sekaligus menekan risiko penumpukan sampah akibat keterbatasan kapasitas.

Pendekatan Pengelolaan

Untuk mencapai target tersebut, DLH menerapkan pendekatan pengelolaan yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing wilayah.

Sampah organik akan diolah menjadi kompos maupun melalui teknologi pengolahan organik lainnya, sampah anorganik bernilai ekonomi akan diarahkan ke jalur daur ulang melalui bank sampah dan mitra pengelola, sedangkan sampah anorganik bernilai rendah akan diolah menjadi bahan bakar alternatif melalui teknologi RDF.

“Kami menargetkan pengurangan sampah sebesar 125 hingga 250 ton per hari. Namun, keberhasilan target ini tidak hanya bergantung pada teknologi seperti RDF, melainkan juga perubahan perilaku masyarakat dalam memilah dan mengurangi sampah sejak dari sumber,” ucap Syahriani.

DLH juga memastikan, seluruh calon lokasi pembangunan akan melalui proses verifikasi teknis dan sosial. Lokasi harus memenuhi persyaratan seperti luas lahan yang memadai, akses kendaraan operasional, serta tidak menimbulkan gangguan terhadap lingkungan maupun fasilitas publik di sekitarnya.

Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Kota Bandung, Nunung Nurasiah, menegaskan komitmen DPRD dalam mendukung seluruh upaya percepatan penanganan sampah di Kota Bandung melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

WHO Setujui Uji Klinis Dua Vaksin Ebola Bundibugyo

50 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
WHO Setujui Uji Klinis Dua ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Dishub: Pemerintah Siapkan Tiga Pelabuhan Alternatif untuk Antisipasi Kepadatan Nataru 2026-2027

Dishub: Pemerintah Siapkan Tiga Pelabuhan Alternatif untuk Antisipasi Kepadatan Nataru 2026-2027

05 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.