Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Kebijakan Inklusif Penting untuk Mendorong Ekonomi Restoratif Berbasis Perempuan

📅 Rabu, 01 Jul 2026, 20:02 WIB | Oleh:
 Kebijakan Inklusif Penting untuk Mendorong Ekonomi Restoratif Berbasis Perempuan Doc: Kunstkring Dialogue
Ket. Para pembicara dalam Kunstkring Dialogue: Forum Ekonomi Restoratif yang berlangsung pada 24–26 Juni 2026 di Tugu Kunstkring Palais, Jakarta. Pertemuan ini merekomendasikan kolaborasi lintas sektor dan kebijakan yang memperkuat peran perempuan sebagai agen pembangunan guna mewujudkan ekonomi restoratif yang inklusif dan berkelanjutan.

JAKARTA – Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci dalam membangun ekosistem ekonomi restoratif di Indonesia sekaligus memperkuat peran perempuan sebagai agen pembangunan. Kesimpulan tersebut menjadi salah satu rekomendasi utama yang dihasilkan dalam Kunstkring Dialogue: Forum Ekonomi Restoratif yang berlangsung pada 24–26 Juni 2026 di Tugu Kunstkring Palais, Jakarta.

Forum tersebut mempertemukan pemerintah, akademisi, organisasi masyarakat sipil, pelaku usaha, masyarakat adat, hingga inovator muda untuk membahas strategi penguatan ekonomi restoratif yang inklusif dan berkelanjutan.

Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Veronica Tan, mengatakan upaya pemberdayaan perempuan tidak akan berjalan optimal apabila setiap lembaga bekerja secara terpisah.

"Misalnya, wewenang dan kemampuan di Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) itu terbatas. Ada kewenangan-kewenangan di kementerian lainnya yang akan sangat membantu mendorong pemberdayaan perempuan dan ekonomi restoratif," ujar Veronica dalam keterangan tertulis pada hari Rabu (1/7).

Menurutnya, perempuan harus ditempatkan sebagai aktor utama dalam pembangunan ekonomi, bukan sekadar penerima manfaat. Ia mengungkapkan sekitar 80 persen pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia merupakan perempuan, namun hingga kini akses mereka terhadap kesejahteraan dan sumber daya masih belum optimal.

"Indonesia Emas harus bersumber utama pada akses kepada perempuan, bukan hanya sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai subyek perubahan. Perempuan harus mempunyai akses yang sama untuk pelayanan dasar, pendidikan dan kesehatan, juga pada sumber daya alam," katanya.

Direktur Program Yayasan Penabulu, Rini D. Nasution, menilai penguatan ekosistem masyarakat sipil menjadi faktor penting untuk mendorong perempuan menjadi pemimpin lokal sekaligus penggerak ekonomi restoratif.

"Melalui penguatan ekosistem masyarakat sipil, Penabulu Oxfam mengajak para pihak untuk berkolaborasi membangun ekosistem ekonomi restoratif yang mendorong perempuan sebagai pemimpin lokal, pemegang hak (rights holders), pengelola aset produktif, dan agen perubahan dalam komunitasnya," ujarnya.

Senada, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa mengatakan perempuan memiliki peran strategis dalam pengembangan pariwisata restoratif.

"Perempuan adalah jantung pariwisata restoratif. Bagaimana perempuan di desa menjadi pusat pelestarian lingkungan dan penggerak ekonomi keluarga menjadi kekuatan nyata dari ekonomi restoratif," katanya.

Dorong Program Pemberdayaan Perempuan

Dalam forum tersebut juga dipaparkan sejumlah program yang telah dijalankan pemerintah untuk memperkuat peran perempuan, antara lain Kebun Pangan Perempuan (KPP), program agroforestri bambu, serta Perhutanan Sosial Khusus Perempuan yang telah diterapkan di Nusa Tenggara Timur.

Program-program tersebut bertujuan meningkatkan ketahanan pangan, menjaga kelestarian lingkungan, memperkuat ekonomi keluarga, sekaligus membantu menekan angka stunting dan kemiskinan. Ke depan, program serupa direncanakan diperluas ke sejumlah daerah, termasuk Maluku Utara.

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, mengatakan salah satu tantangan terbesar yang dihadapi perempuan adalah keterbatasan waktu akibat beban pekerjaan domestik. Karena itu, pemerintah daerah bersama Kementerian Kehutanan tengah mengupayakan penyediaan lahan produksi melalui program perhutanan sosial yang dapat dimanfaatkan kelompok perempuan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
Advertisement
jjroyal-luwak
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Rumor Kim Jong-un Meninggal karena Perdarahan Otak di Beijing Memanas, Muncul Foto Hadir di Pameran - Adiknya Diklaim Rebut Kekuasaan dan 9.000 Tentara Tiongkok Dikirim ke Korut

Rumor Kim Jong-un Meninggal karena Perdarahan Otak di Beijing Memanas, Muncul Foto Hadir di Pameran - Adiknya Diklaim Rebut Kekuasaan dan 9.000 Tentara Tiongkok Dikirim ke Korut

20 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.