Kewirausahaan Bisa Menjadi Alternatif Kaum Muda Kembangkan Ekonomi
📅 Kamis, 02 Jul 2026, 12:11 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
JAKARTA – Para kaum muda diharapkan mampu berkreasi melahirkan diri sebagai wira usahawan. Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, mengajak kaum muda yang baru saja diwisuda dari Institut STIAMI ke-49 menjadi penggerak ekonomi kreatif melalui inovasi serta kewirausahaan.
Menurut Menteri Ekraf, generasi muda memiliki peran strategis dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan daya saing dengan kekuatan ide, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi untuk menuju Indonesia Emas 2045.
"Ekonomi kreatif pada dasarnya adalah tentang anak muda dan gagasan. Sebagai digital native yang kreatif, visioner, dan adaptif, generasi Z dan milenial memiliki kemampuan besar untuk menghasilkan gagasan inovatif yang melampaui batas budaya maupun negara," kata Riefky dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis.
Menteri Ekraf menegaskan di tengah era disrupsi digital ini, para wisudawan sebagai bagian bonus demografi ditantang tidak sekadar menjadi pencari kerja, melainkan mampu menciptakan lapangan kerja baru melalui penguatan ekonomi kreatif.
"Dengan lebih dari 53 persen penduduk berada pada usia produktif, sektor ini dinilai mampu menyerap para wisudawan dan generasi muda, sekaligus menjawab tantangan tingginya angka pengangguran usia 15–39 tahun," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Menteri Ekraf, karakter Generasi Z dan Milenial yang kreatif, adaptif, serta akrab dengan teknologi dinilai selaras dengan kebutuhan industri ekonomi kreatif. Hal tersebut tercermin dari struktur tenaga kerja pegiat ekonomi kreatif Indonesia pada 2025 yang didominasi generasi milenial dan Gen Z sebesar 63 persen.
"Generasi muda harus menjadi agen perubahan yang menghubungkan ilmu dari kampus ke masyarakat, industri, hingga pasar global. Untuk itu, para wisudawan saya titipkan tiga pesan penting menuju Indonesia Emas 2045, yaitu terus belajar menghadapi perubahan cepat, berani ciptakan peluang jadilah pencipta lapangan kerja, serta menjaga integritas dengan karakter yang kuat," tegas Menteri Ekraf.
Pemerintah terus memperkuat pengembangan ekonomi kreatif melalui delapan kebijakan strategis Asta Ekraf yang mencakup penguatan data, regulasi, talenta, infrastruktur, kekayaan intelektual, akses pembiayaan, perluasan pasar, hingga kolaborasi hexahelix.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu, Kementerian Ekraf juga menyiapkan Program Flagship Ekraf 2027 yang meliputi aktivasi desa kreatif, pengembangan creative hub, program Creative by Indonesia, bantuan sarana produksi kreatif, serta penguatan kelembagaan dan diplomasi ekonomi kreatif.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!