Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penggunaan “AI” di Kalangan Pelajar Indonesia Amat Tinggi

📅 Minggu, 10 Mei 2026, 15:15 WIB | Oleh:
Penggunaan “AI” di Kalangan Pelajar Indonesia Amat Tinggi Doc: Dok RRI

JAKARTA - Penggunaan kecerdasan buatan (AI) di kalangan pelajar Indonesia kini mencapai 95 persen. Tingginya penggunaan AI menimbulkan tantangan baru dalam dunia pendidikan.

Salah satu dampaknya adalah menurunnya kemampuan berpikir kritis siswa. Kondisi ini dikenal dengan istilah cognitive offloading.

Isu tersebut dibahas dalam panel “Reimagine Education in the Era of AI” di acara The Cornerstone. Forum itu menghadirkan pelajar, praktisi pendidikan, dan pembuat kebijakan.

Perwakilan pelajar, Matahati Sabri, mengatakan bahwa banyak siswa kini bergantung pada AI untuk mengerjakan tugas.

“Jadinya sekarang sebagian siswa merasa kesulitan belajar mandiri tanpa bantuan teknologi,” ujar Matahati Sabri dalam pernyataan tertulis saat acara EduALL x Indonesia Mengajar - The Cornerstone (Think Deeper for Indonesia's Future), Sabtu (9/5).

Fenomena ini memunculkan perdebatan tentang pembatasan AI di sekolah. Namun, sejumlah narasumber menilai AI tetap harus dimanfaatkan secara bijak.

Najelaa Shihab mengatakan tantangan pendidikan bukan hanya penggunaan AI, tetapi juga kesenjangan akses digital. Menurut dia, guru kini harus menjadi arsitek dan desainer proses pembelajaran di era teknologi.

Anies Baswedan menilai kebijakan pendidikan harus menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, perhatian juga perlu diberikan kepada anak-anak di luar pendidikan formal.

“PKBM dan Karang Taruna sebagai bagian yang tidak boleh diabaikan. Pemerintah juga harus lebih siap menghadapi perkembangan teknologi AI,” ujar Anies Baswedan.

Anies mengusulkan pembentukan lembaga khusus untuk mengantisipasi perubahan teknologi. Lembaga tersebut diharapkan menjadi rujukan dalam menghadapi perkembangan AI.

Diskusi ini difasilitasi oleh EduALL melalui acara The Cornerstone. EduALL ingin membantu membentuk generasi muda yang memiliki pola pikir berkembang dan kemampuan berpikir kritis.

CEO EduALL, Devi Kasih, mengatakan acara tersebut dibuat agar anak muda berani menyampaikan pendapatnya.

"Seluruh hasil penjualan tiket dan donasi acara kemudian disalurkan melalui Indonesia Mengajar untuk mendukung pendidikan di daerah 3T," ujar Devi Kasih. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Yunani Diguncang Demo Besar...
Luar Negeri
Sultan Oman dan PM Inggris ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.