Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rupiah Kembali Melemah, Dipicu Anjloknya Harga Minyak Mentah Brent

5 Jumat, 26 Jun 2026, 10:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Rupiah Kembali Melemah, Dipicu Anjloknya Harga Minyak Mentah Brent Rupiah Kembali Melemah, Dipicu Anjloknya Harga Minyak Mentah Brent Doc: ANTARA

JAKARTA - Nilai tukar rupiah pada Jumat (26/6) pagi bergerak melemah 45 poin atau 0,25 persen menjadi Rp17.988 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.943 per dolar AS.

Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede mengatakan sentimen terhadap rupiah dipicu harga minyak mentah Brent turun di bawah 73 dolar AS per barel.

“Penurunan harga minyak tersebut meredakan kekhawatiran terhadap risiko twin deficit Indonesia,” katanya di Jakarta, Jumat.

Ia menerangkan bahwa penurunan harga minyak dipicu ekspektasi peningkatan pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah.

Seiring harga minyak global melemah, imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) menurun, sehingga membantu meredakan kekhawatiran terhadap tekanan fiskal.

Tercatat, imbal hasil obligasi pemerintah tenor acuan 5 tahun, 10 tahun, 15 tahun, dan 20 tahun masing-masing turun menjadi 7,21 persen (-4 basis points (bps)), 7,18 persen (-3 bps), 7,28 persen (-2 bps), dan 7,26 persen (-4 bps).

Volume perdagangan SBN meningkat menjadi Rp24,91 triliun, lebih tinggi dibandingkan Rp17,33 triliun pada sesi sebelumnya, yang mencerminkan meningkatnya aktivitas perdagangan di pasar obligasi.

Sementara itu, kepemilikan asing atas SBN bertambah Rp160 miliar menjadi Rp875 triliun per 24 Juni 2026, atau setara dengan 12,66 persen dari total outstanding.

Melihat sentimen global, indeks harga Personal Consumption Expenditures (PCE) umum tercatat tetap sebesar 0,4 persen month-on-month (mom) pada Mei 2026, lebih rendah dibandingkan ekspektasi pasar sebesar 0,5 persen mom.

Secara tahunan, inflasi PCE umum meningkat menjadi 4,1 persen year-on-year (yoy) dari 3,8 persen yoy, sejalan dengan konsensus pasar. Adapun inflasi PCE inti naik tipis menjadi 3,4 persen yoy dari 3,3 persen yoy.

Lebih lanjut, realisasi inflasi bulanan yang lebih rendah dari perkiraan mengindikasikan mulai meredanya tekanan inflasi dalam jangka pendek, sehingga sedikit mengurangi kekhawatiran terhadap persistennya inflasi di AS.

Di sisi lain, estimasi final pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal I-2026 direvisi naik menjadi 2,1 persen quartal-on-quartal (qoq) dari sebelumnya 1,6 persen qoq, yang mencerminkan ketahanan ekonomi AS masih solid.

Berdasarkan faktor tersebut, rupiah diprediksi bergerak dalam kisaran Rp17.900–Rp18.025 per dolar AS pada hari ini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Halal Connect Digelar LPPOM, Buka Jalan UMKM Lokal Go Global!

Halal Connect Digelar LPPOM, Buka Jalan UMKM Lokal Go Global!

04 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.