Kemenekraf Hadirkan 10 Jenama Lokal di Café Brasserie Expo 2026
📅 Minggu, 10 Mei 2026, 08:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Kemenekraf
JAKARTA - Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) menghadirkan 10 jenama unggulan subsektor kuliner dan minuman berbasis kekayaan alam serta budaya lokal Indonesia di Café Brasserie Expo (CBE) 2026.
Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Kementerian Ekraf, Yuke Sri Rahayu menyampaikan bahwa partisipasi ini menjadi langkah memperluas jejaring bisnis dan memperkuat posisi produk kreatif Indonesia di pasar global.
“Produk minuman Indonesia bukan sekadar komoditas, tetapi representasi budaya, tradisi, dan inovasi. Kami ingin menunjukkan bahwa produk kreatif Indonesia mampu bersaing di pasar global dengan nilai tambah yang tinggi,” kata Yuke dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Sabtu.
Yuke mengatakan, jenama binaan yang dibawa Kementerian Ekraf di ajang tersebut yaitu Forest Beverage, Prospero Food, Made Tea, Sila Artisan Tea, El’s Coffee, Kalara Borneo, Battenberg Tiga Indonesia, Cokelatin.
Adapun mitra strategis Kementerian Ekraf yaitu Bumi Boga Laksmi dan Ramoe.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut dia, seluruh jenama telah melalui proses kurasi berdasarkan kualitas produk, inovasi, dan kesiapan ekspor.
Partisipasi ini juga didukung tren positif ekspor komoditas minuman nasional, terutama kopi Indonesia.
Pada 2025, nilai ekspor kopi Indonesia mencapai sekitar 2,5 miliar dolar AS dengan volume ekspor sekitar 508 ribu ton.
Sebaiknya Anda baca juga:
Indonesia juga menjadi salah satu produsen kopi terbesar dunia dengan varietas unggulan Arabika dan Robusta dari Aceh hingga Papua.
Keragaman cita rasa dan praktik budidaya tradisional menjadi kekuatan kopi Indonesia di pasar Amerika Serikat, Eropa, dan Timur Tengah.
Selain kopi, teh Indonesia memiliki potensi besar sebagai produk premium dan specialty tea di pasar global.
Karakter rasa yang khas membuat teh Indonesia memiliki pasar ekspor yang stabil di kawasan Asia, Timur Tengah, dan Eropa.
Kementerian Ekraf juga melihat peluang besar dari tren global gaya hidup sehat yang mendorong pertumbuhan pasar minuman fermentasi dan probiotik.
Kekayaan bahan baku lokal dan tradisi fermentasi Indonesia dinilai mampu memperkuat daya saing produk di pasar wellness global.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!