Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemprov Banten Kaji Investasi Olah Sampah Jadi Uap untuk Industri

📅 Kamis, 07 Mei 2026, 06:18 WIB | Oleh:
Pemprov Banten Kaji Investasi Olah Sampah Jadi Uap untuk Industri Doc: antara foto
Ket. Pembuangan sampah di Provinsi Banten

SERANG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mengkaji tawaran investasi pengolahan sampah berbasis teknologi dari PT Solusindo Sampah Energi (SSE), yang diklaim mampu mengubah 100 persen limbah menjadi energi uap (steam) untuk kebutuhan industri.

Direktur PT SSE, Mahadir, di Serang, Rabu (6/5), mengatakan bahwa teknologi yang ditawarkan pihaknya mampu mengolah sampah tanpa perlu pemilahan awal dan hampir tidak menyisakan residu.

"Selama ini teknologi pengolahan sampah di Indonesia rata-rata hanya mampu mengolah sekitar 40 persen, sementara sisanya menjadi masalah baru. Kami menawarkan solusi tanpa pemilahan yang teknologinya merupakan pengembangan dari Jepang dan sudah digunakan di Singapura, Dubai, serta India," ujar Mahadir.

Ia menjelaskan, Banten ditargetkan menjadi lokasi proyek percontohan pertama di Indonesia pada tahun 2026. Melalui teknologi tersebut, setiap 1.000 ton sampah dapat diolah menjadi sekitar 2.400 hingga 2.500 ton steam yang siap dimanfaatkan oleh sektor industri.

Proyek ini, lanjut Mahadir, ditawarkan sebagai investasi murni swasta tanpa menggunakan anggaran pemerintah. Nilai investasi nya diperkirakan mencapai Rp4 triliun untuk kapasitas pengolahan 3.000 hingga 4.000 ton sampah per hari. Pihak perusahaan juga akan mengelola sistem logistik secara terintegrasi guna menjaga stabilitas pasokan bahan baku.

Menanggapi tawaran tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Banten, Wawan Gunawan, menilai pengolahan sampah menjadi steam sangat relevan untuk memenuhi kebutuhan kawasan industri di Cilegon yang selama ini masih bergantung pada turbin batu bara.

"Kebutuhan steam di kawasan industri Cilegon diperkirakan mencapai 600 ton per hari. Ini langkah yang baik terutama untuk menekan emisi karbon dan gas rumah kaca," kata Wawan.

Meski demikian, Wawan mengakui bahwa tantangan utamanya terletak pada ketersediaan bahan baku sampah. Pasalnya, sebagian timbulan sampah di Cilegon telah dialokasikan untuk program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang dicanangkan di beberapa wilayah Banten.

"Solusi yang paling memungkinkan adalah mengambil pasokan sampah dari daerah lain seperti Lebak dan Pandeglang melalui pendekatan lebih lanjut bersama investor," jelasnya.

Wawan menambahkan, hingga saat ini belum ada keputusan final dari Pemprov Banten. Namun, pimpinan daerah telah merespons baik usulan investasi tersebut, sembari mematangkan skema pengangkutan sampah dan operasional nya di masa depan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol
    Preview komentar:
    Bermula dari apk ijo asing yang masuk jadi ...
    Tolong pak presiden jgn cuma bacot MBG truss ...
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...
Advertisement
injourney
Advertisement
bni-atasdetailmobile
Advertisement
astra2
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile

BMKG Catat 235 Gempa Susulan di Flores

2 jam lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
BMKG Catat 235 Gempa Susula...
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Sungguh Mengenaskan Kabar Duka Ini! Hingga Sabtu Sore, 38 Orang Meninggal Dunia akibat Gempa M 7,7 di NTT

Sungguh Mengenaskan Kabar Duka Ini! Hingga Sabtu Sore, 38 Orang Meninggal Dunia akibat Gempa M 7,7 di NTT

15 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.