Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DC: Aksi Brutal dengan Sinematografi Indah Memukau tentang Kisah Manusia yang Kehilangan Harapan

📅 Minggu, 06 Sep 2026, 00:39 WIB | Oleh:
DC: Aksi Brutal dengan Sinematografi Indah Memukau tentang Kisah Manusia yang Kehilangan Harapan Doc: Istimewa
Ket. Bersama kelompoknya, Das kemudian terseret ke dalam persoalan yang lebih besar setelah seorang perempuan meminta bantuan untuk mendapatkan kembali uang yang dirampas polisi dari suaminya.

"DC” merupakan film India berbahasa Tamil. Film ini termasuk dalam industri sinema Tamil, yang biasa disebut Kollywood dengan pusat utama industri tersebut berada di Chennai, negara bagian Tamil Nadu, India. 

Film ini menarik karena mengambil inspirasi dari kisah klasik “Devdas”, tetapi tidak mempertahankannya sebagai drama percintaan konvensional. 

Sutdara, Arun Matheswaran, kembali membawa penonton ke dunia yang dipenuhi kekerasan, dendam dan karakter-karakter yang hidup di luar batas hukum melalui kisahnya. 

Matheswaran memindahkan fondasi kisah tersebut ke lingkungan kriminal dan membangun cerita tentang manusia-manusia yang berhadapan dengan kekerasan, kehilangan dan pilihan hidup yang semakin sempit.

Di tengah cerita ada Das yang diperankan Lokesh Kanagaraj. Sosok yang selama ini dikenal sebagai sutradara film-film aksi seperti Kaithi, Vikram dan Leo justru tampil sebagai pemeran utama.

Dari India Today, Das diperkenalkan sebagai seorang kriminal yang terlibat dalam aksi perampokan senjata. Bersama kelompoknya, ia kemudian terseret ke dalam persoalan yang lebih besar setelah seorang perempuan meminta bantuan untuk mendapatkan kembali uang yang dirampas polisi dari suaminya.

Keputusan Das untuk membantu perempuan tersebut menjadi awal dari rangkaian konflik yang mempertemukannya dengan polisi, kelompok kriminal dan berbagai persoalan dari masa lalu.

Di sinilah Matheswaran mulai memperlihatkan karakter khasnya.

“DC” tidak menempatkan protagonis sebagai pahlawan yang sepenuhnya bersih. Das tetap seorang kriminal dengan masa lalu dan pilihan-pilihan yang bermasalah. Namun film memberikan ruang untuk melihat alasan di balik tindakan tersebut.

Pendekatan itu membuat konflik dalam “DC” tidak sekadar berbicara tentang siapa yang benar dan siapa yang salah.

Lokesh Kanagaraj berpindah ke depan kamera

Salah satu daya tarik terbesar film ini tentu saja adalah Lokesh Kanagaraj.

Selama ini namanya identik dengan kursi sutradara. Dalam “DC”, ia harus menjadi karakter yang membawa sebagian besar beban cerita.

Penampilannya sebagai Das tidak dibuat berlebihan. Ekspresi dingin, gestur yang minim dan karakter fisik yang keras menjadi bagian dari cara Lokesh membangun sosok kriminal yang tidak banyak menjelaskan dirinya melalui dialog.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Daerah
Para Pendaki Diimbau Membat...
Advertisement
WHO Pilih Dirjen Baru, Menkes RI Budi Sadikin dan 5 Kandidat Lain Siap Bersaing

WHO Pilih Dirjen Baru, Menkes RI Budi Sadikin dan 5 Kandidat Lain Siap Bersaing

26 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.