Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Rayakan Idul Adha secara Sederhana, Jangan Berlebihan

📅 Rabu, 06 Mei 2026, 07:38 WIB | Oleh:
Rayakan Idul Adha secara Sederhana, Jangan Berlebihan Doc: ist
Ket. rayakan dengan sederhana

MAMUJU – Sebentar lagi sampai hari Idul Adha. Warga jangan berlebihan dalam merayakannya. Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat Junda Maulana meminta peran para dai menjadi jembatan informasi bagi pemerintah untuk mengajak masyarakat agar tidak berlebihan dalam merayakan Idul Adha 1447 Hijriah atau tahun 2026.

"Saya berharap para dai bisa menjadi jembatan informasi di tengah masyarakat. Pesan yang disampaikan diharapkan sederhana namun berdampak, yakni mengajak masyarakat merayakan Idul Adha secara tidak berlebihan," kata Junda Maulana di Mamuju, Selasa.

Junda Maulana mengatakan itu saat membuka kegiatan Refreshment Gerakan Bersama Jaga Inflasi (Gerai) Sulbar menjelang Idul Adha 1447 Hijriah.

Kegiatan yang digelar Bank Indonesia bersama Pemprov Sulbar dan Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulbar itu bertujuan menjaga inflasi tetap terkendali di momen Idul Adha yang rawan lonjakan harga.

"Momentum hari besar keagamaan memang kerap diikuti kenaikan harga kebutuhan. Karena itu, peran berbagai pihak dinilai penting, termasuk para dai yang menjadi peserta kegiatan ini," jelas Junda Maulana.

Junda Maulana mengatakan, pemerintah sudah menyiapkan berbagai langkah, mulai dari ketersediaan komoditas hingga dukungan transportasi. 

Namun, ada satu hal yang dinilai krusial, yakni komunikasi ke masyarakat.

"Karena kita sudah melakukan bagaimana penyediaan komoditas, kemudian transportasi keterjangkauan dan lain sebagainya. Tapi tinggal satu, yaitu bagaimana komunikasi, karena apa pun yang dilakukan pemerintah, kalau masyarakatnya tidak mendukung maka tidak akan sukses," jelasnya.

Selain itu, distribusi daging kurban juga diharapkan lebih merata, terutama kepada masyarakat kurang mampu, agar tidak memicu lonjakan permintaan di pasar.

"Sebenarnya peran ini tidak hanya sampai di sini. Kita berharap sustainable, para dai ini bukan hanya momentumnya ini, tapi dimana-mana juga memberikan advokasi penjelasan kepada masyarakat berkaitan inflasi," ujar Junda Maulana.

Sekda juga memastikan kondisi inflasi di Sulbar saat ini masih terkendali, yakni angkanya berada di level 1,6 persen.

"Sulbar masih dalam batas normal karena inflasi yang bagus itu ada 2,5 persen plus minus satu persen. Kita di angka 1,6, artinya masih di atas batas bawah yaitu 1,5 persen. Itu yang kita perlu jaga," kata Junda Maulana.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Lewat Kreativitas, Festival...
Nasional
Wamenekraf Dorong Inovasi J...
Daerah
KAI: Penumpang KA Ciremai S...
Daerah
KAI: Pelanggan KA Makassar-...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
BMKG Catat Tsunami Tertinggi Terjadi di Talengan-Sangihe, Sulut

BMKG Catat Tsunami Tertinggi Terjadi di Talengan-Sangihe, Sulut

08 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.