Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Banten Masuk Delapan Besar Produsen Beras Nasional

3 Rabu, 06 Mei 2026, 05:30 WIB | Oleh:
Banten Masuk Delapan Besar Produsen Beras Nasional Banten Masuk Delapan Besar Produsen Beras Nasional Doc: antara foto
Ket. Gubernur Banten, Andra Soni saat menghadiri Tanam Perdana Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS) di Kota Serang, Selasa (5/5).

SERANG - Gubernur Banten, Andra Soni, mengungkapkan bahwa Provinsi Banten kini menempati peringkat delapan besar nasional dalam produksi beras, yang sekaligus memperkokoh posisi daerah tersebut dalam kategori ketahanan pangan tangguh.

"Alhamdulillah, pada tahun 2025, luas panen padi di Provinsi Banten mencapai 345.421 hektare dengan total produksi mencapai 1,8 juta ton," ujar Andra Soni saat menghadiri Tanam Perdana Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS) di Kota Serang, Selasa (5/5).

Andra menjelaskan, capaian tersebut selaras dengan pertumbuhan sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan di Banten yang mencatatkan angka tertinggi sebesar 9,60 persen berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).

Ia optimistis penerapan sistem pertanian modern PM-AAS dari Kementerian Pertanian (Kementan) mampu mendongkrak produktivitas secara signifikan, dari rata-rata 3,25-4,5 ton menjadi 10 ton per hektare pada kondisi optimal.

"Sistem pertanian modern ini tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga menekan biaya produksi sehingga pada akhirnya mendongkrak kesejahteraan petani," tuturnya.

Selain itu, peningkatan produksi ini diproyeksikan untuk menyokong kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi sekitar 3,5 juta penerima manfaat di Banten, di mana 85 persen komponennya berasal dari sektor pertanian dan peternakan.

Sementara itu, Sekretaris Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian Kementan, Husnain, menjelaskan bahwa PM-AAS merupakan model pertanian berbasis teknologi tinggi yang mengedepankan efisiensi dan presisi melalui mekanisasi serta digitalisasi.

Saat ini, Kementan melaksanakan program percontohan PM-AAS seluas 100 hektare di Kecamatan Kasemen, Kota Serang, yang melibatkan empat kelompok tani. Banten menjadi lokasi tahap ketiga dari 15 lokasi percontohan yang tersebar di 14 provinsi di Indonesia.

Ketua Kelompok Tani Masyarakat Guyub 1, Andi Kamal, mengakui bahwa mekanisasi pertanian sangat membantu petani di tengah minim nya minat generasi muda. Menurutnya, penggunaan alat mesin mampu memangkas biaya tanam dari Rp2 juta menjadi hanya sekitar Rp200.000 per hektare.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
Advertisement
Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.