Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Harga Kedelai Naik, Perajin Tempe Ponorogo Mendiskon Ukuran

📅 Selasa, 05 Mei 2026, 06:54 WIB | Oleh:
Harga Kedelai Naik, Perajin Tempe Ponorogo Mendiskon Ukuran Doc: ist
Ket. memperkecil ukuran

JAKARTA – Harga kedelai yang terus meningkat membuat pusing para pembuat tempe. Perajin tempe di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur menyiasati kenaikan harga kedelai impor dengan memperkecil ukuran produk tempe mereka untuk mempertahankan marjin keuntungan di tengah kenaikan biaya produksi.

Salah satu perajin tempe di Desa Ronosentanan, Kecamatan Siman, Hadi Prayitno, saat ditemui di Ponorogo, Senin (4/5), mengatakan kenaikan harga kedelai dan bahan pendukung seperti plastik kemasan membuat biaya produksi meningkat.

“Kalau harga dinaikkan pembeli bisa berkurang, jadi kami kurangi ukuran tempe,” ujarnya. Ia menjelaskan sebelum harga kedelai naik, kapasitas produksi mencapai sekitar tiga kuintal per hari. Namun, kini produksi turun menjadi 2 kuintal hingga 2,5 kuintal per hari.

Pengurangan dilakukan dengan menyesuaikan berat tempe dalam setiap bungkus. Jika sebelumnya sekitar 380 gram, kini tial bungkus tempe menjadi sekitar 350 gram, mengingat harga jual tetap dipertahankan.

“Untuk harga masih sama, hanya beratnya yang sedikit dikurangi,” katanya. Hadi menambahkan dirinya tetap menggunakan kedelai impor karena ketersediaan kedelai lokal terbatas dan hasil produksinya dinilai lebih banyak.

Sementara itu, pedagang kedelai di Pasar Legi Ponorogo, Rafli, menyebut harga kedelai impor saat ini naik dari Rp10 ribu menjadi Rp12 ribu per kilogram.

“Kenaikan terjadi sejak konflik di Timur Tengah, harapannya harga bisa kembali stabil,” ujarnya. Ia menambahkan kenaikan harga juga terjadi pada kedelai lokal yang kini berada di kisaran Rp12 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp9 ribu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Ekonomi
Tekan Kenaikan Harga, Pemka...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.