Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pameran “Garis Pinggir” Karya Guru Talib Eka Resmi Dibuka di Gorontalo

📅 Senin, 04 Mei 2026, 12:01 WIB | Oleh:
Pameran “Garis Pinggir” Karya Guru Talib Eka Resmi Dibuka di Gorontalo Doc: Antara Foto
Ket. Pameran seni tunggal bertajuk "Garis Pinggir" karya pelukis senior Guru Talib Eka, di Huntu Art Distrik Desa Huntu Selatan Kecamatan Bulango Selatan, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo.

Pameran seni tunggal bertajuk "Garis Pinggir" karya pelukis senior Guru Talib Eka, resmi dibuka oleh salah seorang muridnya di Huntu Art Distrik Desa Huntu Selatan Kecamatan Bulango Selatan, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo. 

Salah seorang muridnya Rahmat Mohi di Gorontalo, Senin mengatakan pameran tersebut menonjolkan keunikan karya yang justru tidak memiliki garis pembatas fisik sehingga dinamakan “Garis Pinggir”. 

"Bayangkan kalau tidak ada garis pinggir terus lukisan itu kita taruh di atas meja yang warna putih, seolah-olah gambar itu tergambar di atas meja tidak tergambar di atas kertas," kata Rahmat.

Kehadiran pameran di tengah pusat aktivitas ekonomi ini, bertujuan memperkenalkan kembali teknik dasar menggambar yang sangat menekankan pada kedisiplinan pembuatan garis batas sebelum mulai menentukan objek utama lukisan. Guru Talib Eka merupakan pelukis senior asal Gorontalo yang memperkenalkan metode Garis Pinggir itu.

"Apa yang pertama beliau perintahkan? sebelum kalian menggambar, semua kertas yang ada dalam buku gambar hari ini buatkan garis pinggir," kata Rahmat mengenang instruksi yang selalu ditekankan oleh Guru Talib Eka kepada para muridnya sejak lama. 

Selain aspek garis batas, karya yang dipamerkan juga memperlihatkan penguasaan pola perspektif yang akurat, di mana setiap titik sudut menjadi acuan utama dalam membangun struktur gambar rumah hingga meja secara proporsional.

"Beliau lihat di masa kecil itu beliau gambarkan, kemarin dia jelaskan ada beberapa tipe rumah Gorontalo yang beliau ingat kemudian ditaruh di atas kanvasnya," kata Rahmat pula.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Sapi Aceh Dibawa ke Pulau Terluar, Aceh Besar Bidik Ketahanan Pangan
    Kenapa harus ke pulau aceh pengembangan plasma nutfah ...
  • Aturan Insentif Motor Listrik Masih Digodok, Pemerintah Siapkan Rancangan Perpres
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai urgensi payung hukum ...
  • Magang Nasional 2026 Tahap II Dibuka, Anak Muda Berebut Kesempatan Masuk Industri
    Kesenjangan kompetensi yang menjadi latar belakang program Magang ...
  • Diserbu Produk China Murah! Industri Plastik RI Nyaris Tumbang dari Hulu ke Hilir
    Artikel ini memberikan pencerahan yang sangat berimbang dan ...
  • Lulusan Banyak, Tapi Tak Sesuai Kebutuhan Industri? Menaker Ungkap Solusinya
    Artikel yang sangat edukatif dalam membedah akar permasalahan ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar
Luar Negeri
Selat Hormuz Makin Tegang, ...
Advertisement
Indonesia Berpotensi Digugat ke Mahkamah Internasional Jika Gagal Atasi Kebakaran Hutan dan Lahan

Indonesia Berpotensi Digugat ke Mahkamah Internasional Jika Gagal Atasi Kebakaran Hutan dan Lahan

04 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.