Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Empat Kebun Teh PalmCo Tampil Unggul di National Tea Competition 2026

📅 Kamis, 24 Sep 2026, 16:05 WIB | Oleh:
Empat Kebun Teh PalmCo Tampil Unggul di National Tea Competition 2026 Doc: PTPN IV PalmCo
Ket. Suasana penyerahan penghargaan kepada PTPN IV PalmCo dalam ajang The 4th National Tea Competition (NTC) 2026 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Teh Indonesia (ATI) di Jakarta pada Jumat (18/9). Perusahaan ini sukses memboyong 14 penghargaan dalam ajang yang diikuti oleh 32 perusahaan melalui proses penjurian blind testing yang ketat.

JAKARTA — PTPN IV PalmCo meraih 14 penghargaan dalam The 4th National Tea Competition (NTC) 2026 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Teh Indonesia (ATI) di Jakarta pada Jumat (18/9). Prestasi gemilang tersebut diraih oleh empat pabrik pengolahan teh milik PalmCo di tengah tantangan industri akibat fluktuasi harga komoditas dan anomali cuaca.

Penghargaan tersebut diberikan pada puncak acara NTC 2026 yang berlangsung di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta. Dalam kompetisi ini, produk teh PalmCo bersaing dengan puluhan produsen dari berbagai daerah di Indonesia. Empat unit pengolahan teh PalmCo yang sukses memborong penghargaan meliputi Kebun Tobasari, Kebun Bah Butong, Kebun Kayu Aro, dan Kebun Danau Kembar.

Pada kategori teh hitam yang diproses dengan metode Orthodox, Pabrik Tobasari meraih Juara 1 untuk kategori Broken Pekoe (BP). Produk dari pabrik yang sama juga meraih Juara 2 pada kategori Pekoe Fannings (PF), serta Juara 3 untuk kategori Broken Orange Pekoe Fannings (BOPF) dan DUST.

Pabrik Bah Butong mencatatkan tiga gelar Juara 2 untuk kategori BP, Broken Orange Pekoe (BOP), dan BOPF. Pabrik tersebut juga meraih Juara 3 untuk kategori PF. Sementara itu, Pabrik Danau Kembar turut menyumbangkan prestasi dengan memperoleh Juara 3 pada kategori BP.

Sementara itu, pada kategori pengolahan teh hitam dengan metode Crushing, Tearing, and Curling (CTC), Pabrik Kayu Aro tampil sebagai yang terbaik dengan meraih Juara 1 pada kategori Fanning. Pabrik tersebut juga mendapatkan Juara 2 untuk kategori PD dan BP1, serta Juara 3 pada kategori PF 1 dan D1.

Menjaga Mutu dari Hulu hingga Hilir

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan capaian tersebut merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan dalam mempertahankan standar mutu produksi teh tertinggi, mulai dari tahap budidaya di hulu hingga pengemasan di hilir.

“Capaian di NTC 2026 ini bukan sekadar tentang memenangkan kompetisi, melainkan wujud dari konsistensi kami untuk terus memproduksi teh berkualitas grade satu. Transformasi yang berjalan di internal perusahaan memastikan bahwa standar operasional, mulai dari proses pemetikan pucuk daun, proses pengolahan, sortasi, hingga tahap pengepakan, dilakukan secara presisi untuk memenuhi ekspektasi pasar, baik domestik maupun ekspor,” ujar Jatmiko dalam keterangan tertulis pada Kamis (24/9).

Menurut Jatmiko, penilaian dalam kompetisi yang melibatkan para pakar teh bersertifikasi internasional ini juga menjadi salah satu tolok ukur objektif terhadap kualitas produk yang dihasilkan perusahaan.

Industri Teh Hadapi Tantangan Iklim

Prestasi membanggakan ini diraih ketika industri teh nasional tengah menghadapi sejumlah tantangan berat, antara lain perubahan pola cuaca ekstrem dan fluktuasi harga komoditas global.

Direktur Operasional PTPN IV PalmCo, Rediman Silalahi, menjelaskan bahwa kondisi iklim menjadi salah satu faktor eksternal yang sangat berpengaruh terhadap produktivitas sektor teh. Fenomena alam seperti kemarau panjang dan El Nino terbukti berdampak langsung pada volume panen.

“Kondisi di lapangan saat ini cukup dinamis. Produsen teh di Indonesia tengah berhadapan dengan masalah fluktuasi harga komoditas dan anomali cuaca berupa kemarau panjang atau El Nino. Faktor iklim ini sangat krusial karena secara langsung berdampak pada penurunan total kapasitas produksi teh secara nasional,” ungkap Rediman.

Kendati demikian, perusahaan telah mengambil berbagai langkah mitigasi agronomi yang terukur untuk mengantisipasi tantangan tersebut tanpa mengorbankan kualitas pucuk daun teh sebagai bahan baku utama.

“Di tengah tantangan El Nino, penghargaan yang diraih pabrik-pabrik kami membuktikan bahwa intervensi agronomi dan perbaikan tata kelola yang kami lakukan berada di jalur yang tepat (on the track). Tantangan cuaca tidak menyurutkan komitmen kami dalam menghadirkan secangkir teh terbaik bagi konsumen,” tegas Rediman.

Dinilai Secara Blind Testing

National Tea Competition 2026 diikuti oleh 32 perusahaan dengan total penyajian 74 sampel teh. Seluruh sampel dinilai secara ketat menggunakan metode blind testing, sehingga identitas produsen dirahasiakan sepenuhnya dari dewan juri selama proses penilaian berlangsung untuk menjaga objektivitas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Luar Negeri
Russia Sentil Kanada Soal M...
Advertisement
Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

24 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.