Irak Siap Banjiri Kembali Pasar Minyak Dunia Setelah Blokade Hormuz Berakhir
📅 Minggu, 03 Mei 2026, 21:58 WIB | Oleh: Deri HenriawanDOHA - Wakil Menteri Perminyakan Irak Basim Mohammed memastikan negaranya mampu memulihkan produksi dan ekspor minyak ke tingkat sebelumnya dalam waktu sepekan setelah Selat Hormuz dibuka kembali.
"Produksi dan ekspor minyak Irak dapat dipulihkan ke tingkat sebelum penutupan Selat Hormuz dalam tujuh hari setelah pelayaran kembali pulih secara bebas," kata Mohammed dalam wawancara bersama media Asharq Al-Awsat, Sabtu (2/5).
Pejabat itu mengatakan produksi minyak di Irak saat ini ada di tingkat 1,5 juta barel per hari (bpd), dengan sekitar 200 ribu bpd diekspor melalui Kota Ceyhan di Turki. Sebelum konflik di Selat Hormuz pecah, produksi minyak di Irak mencapai 3,5 juta bpd, tambah Mohammed.
Lebih lanjut, dia memastikan pemeriksaan jalur pipa minyak Kirkuk-Fish-Kabur, yang merupakan cabang baru dari jalur utama Kirkuk-Ceyhan, sedang berlangsung dengan uji coba operasional dijadwalkan pada akhir bulan ini.
Eskalasi konflik terkait Iran mengakibatkan blokade terhadap Selat Hormuz, yang merupakan jalur suplai amat penting bagi komoditas minyak dan LNG dari Teluk Persia ke pasar global. Blokade tersebut berdampak pada performa produksi dan ekspor minyak dari negara-negara di Timur Tengah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tak sedikit negara kini mengalami kenaikan harga minyak dan komoditas industri.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!