Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Wapres Sara Duterte Terancam Digulingkan

📅 Kamis, 30 Apr 2026, 02:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Wapres Sara Duterte Terancam Digulingkan Doc: AFP/JAM STA ROSA
Ket. Tuntut Pemakzulan - Sejumlah warga Filipina turun ke jalan untuk menyerukan pemakzulan bagi Wapres Sara Duterte di luar gedung DPR di Quezon City, Metro Manila, pada Rabu (29/4). Rencana pemakzulan terhadap Wapres Duterte kembali menguat setelah komite kongres Filipina mengatakan bahwa mereka telah menemukan bukti yang cukup untuk pemakzulan.

MANILA - Sebuah komite kongres Filipina pada Rabu (29/4) mengatakan bahwa mereka telah menemukan bukti yang cukup untuk memakzulkan Wakil Presiden Sara Duterte, membuka jalan untuk pemungutan suara di Dewan Perwakilan Rakyat yang memiliki implikasi besar terhadap pemilihan presiden 2028.

Komite kehakiman dengan suara bulat memutuskan bahwa bukti dalam dua pengaduan yang menuduh Duterte menyalahgunakan dana publik saat menjabat dan membuat ancaman pembunuhan terhadap Presiden Ferdinand Marcos Jr telah berhasil menetapkan bukti yang cukup untuk melanjutkan pemakzulan.

Kedua pengaduan tersebut sekarang akan digabungkan menjadi satu sebelum dikirim ke sidang pleno untuk pemungutan suara.

Berdasarkan konstitusi Filipina, pemakzulan oleh Dewan Perwakilan Rakyat memicu persidangan Senat, di mana vonis bersalah akan melarang putri sulung mantan Presiden Rodrigo Duterte itu dari jabatan di pemerintahan seumur hidup.

Anggota parlemen Leila De Lima, salah satu pendukung pengaduan tersebut, mengatakan bukti tersebut menunjukkan pola yang mengkhawatirkan dalam mengumpulkan kekayaan yang tidak dapat dijelaskan serta ancaman yang menyerang inti dari tatanan konstitusional Filipina.

"Tidak diragukan lagi bahwa kita memiliki alasan yang cukup dan sah untuk melanjutkan proses ini dan memakzulkan wakil presiden," kata De Lima kepada komite sebelum pemungutan suara.

Ancaman terhadap Marcos Jr bermula dari konferensi pers larut malam di mana Duterte mengklaim telah menyewa seorang pembunuh bayaran untuk membunuh presiden jika ia berhasil dibunuh terlebih dahulu.

Ia kemudian menyangkal telah mengeluarkan ancaman tersebut dan mengatakan bahwa komentarnya telah disalahartikan.

Pada hari Rabu, Biro Investigasi Nasional (NBI) mengatakan kepada komite bahwa ancaman pembunuhan yang diduga dilakukan wakil presiden tersebut termasuk dalam kategori penghasutan.

Tuduhan Korupsi

Sementara itu, catatan bank yang disajikan oleh komite dalam sidang sebelumnya menunjukkan perbedaan besar antara kekayaan bersih wakil presiden yang diumumkan secara publik yaitu sebesar 88 juta peso pada tahun 2024 serta ratusan transaksi yang melibatkan angka 6,8 miliar peso.

Wakil Presiden Sara Duterte menolak untuk hadir dalam sidang mana pun, dengan mengatakan bahwa ia akan menjawab pertanyaan jika proses tersebut mencapai Senat.

Duterte dan Marcos Jr terlibat dalam perseteruan politik tingkat tinggi yang meletus beberapa pekan setelah kemenangan mereka dalam pemilihan presiden 2022, ketika Wakil Presiden Sara Duterte ditolak untuk menduduki jabatan kabinet yang diinginkannya dan malah diangkat sebagai menteri pendidikan.

Wakil Presiden Sara Duterte, yang pada bulan Februari secara resmi mengumumkan rencana untuk mencalonkan diri sebagai presiden, dimakzulkan oleh DPR tahun lalu namun kemudian Mahkamah Agung membatalkan kasus tersebut karena masalah prosedural.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Upaya Pengendalian Banjir M...

Aktivitas Pengosongan Hotel Sultan

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Aktivitas Pengosongan Hotel...
MILITER

Korut akan Persenjatai AL dengan Nuklir

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Korut akan Persenjatai AL d...
Update Klasemen Sementara Piala Dunia 2026: Kolombia dan Inggris Memimpin di Grup K dan L

Update Klasemen Sementara Piala Dunia 2026: Kolombia dan Inggris Memimpin di Grup K dan L

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.