Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wamenkeu Klaim Ekonomi RI Saat Ini Masih Jauh dari Situasi Krisis seperti Tahun 1998

📅 Senin, 25 Mei 2026, 13:12 WIB | Oleh:
Wamenkeu Klaim Ekonomi RI Saat Ini Masih Jauh dari Situasi Krisis seperti Tahun 1998 Doc: antara foto
Ket. Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung dalam acara Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah (KNPED) di Jakarta, Senin (25/5).

JAKARTA - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung mengklaim ekonomi Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang jauh dari situasi krisis seperti yang terjadi pada 1997 dan 1998, mengingat indikator fiskal, neraca pembayaran, dan sistem keuangan tetap terjaga.

Juda, dalam acara Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah (KNPED) di Jakarta, Senin (25/5), menjelaskan bahwa secara historis krisis ekonomi umumnya muncul dari tiga sumber utama, namun tanda-tandanya hingga saat ini belum terlihat dalam perekonomian Indonesia.

Ia mencontohkan krisis yang terjadi di Amerika Latin pada 1980-an muncul ketika defisit fiskal membengkak dan pemerintah tidak lagi mampu memperoleh pembiayaan karena investor kehilangan kepercayaan sehingga obligasi pemerintah tidak laku di pasar.

Sementara di Indonesia, catat Juda, defisit fiskal saat ini masih dijaga di bawah 3 persen dan pembiayaan APBN tetap dipercaya investor domestik maupun asing.

Hal ini tercermin dari imbal hasil (yield) surat utang negara yang masih berada di kisaran 6,5-6,7 persen dan tidak mengalami kenaikan signifikan.

“Jadi krisis yang bersumber dari fiskal itu tidak ada tanda-tandanya,” kata Juda.

Selain itu, ia menyebut krisis seperti pada 1997-1998 terjadi ketika banyak perusahaan menarik pinjaman luar negeri dalam jumlah besar.

Saat nilai tukar melemah dan terjadi sudden stop, banyak perusahaan kolaps karena tidak mampu membayar utang luar negeri sehingga neraca pembayaran mengalami tekanan berat.

Namun, menurut Juda, kondisi neraca pembayaran Indonesia saat ini masih relatif sehat dan seimbang sehingga belum menunjukkan tanda-tanda serupa.

“Saat ini, kalau kita lihat angka-angka neraca pembayaran kita, relatif sehat dan relatif balanced. Jadi dari krisis neraca pembayaran tidak ada tanda-tanda itu,” kata dia.

Ia menambahkan krisis juga dapat dipicu oleh ekspansi kredit yang terlalu agresif serta pecahnya gelembung aset (bubble) di sektor tertentu seperti properti, yang kemudian memicu keruntuhan sistem perbankan, sebagaimana terjadi pada krisis global 2008 di Amerika Serikat.

Meski demikian, Juda menilai tanda-tanda tekanan serupa juga belum terlihat pada sistem keuangan Indonesia saat ini.

“Jadi tiga sumber krisis itu tidak ada di dalam data-data yang kita amati sampai dengan hari ini,” kata Juda.

Secara umum, ia menegaskan bahwa ekonomi Indonesia tetap tumbuh kuat, dengan pertumbuhan sebesar 5,61 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada triwulan I 2026 yang diikuti dengan Inflasi yang juga masih terjaga yakni pada level 2,42 persen pada April 2026.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.