Manufaktur RI Tumbuh Solid, Kemenperin Catat 633 Pabrik Baru Dibangun di Q1-2026
📅 Sabtu, 25 Apr 2026, 09:55 WIB | Oleh: Tim RedaksiDorong Kebijakan Pro-Industri
Menurut Febri, kenaikan kontribusi PDB, tenaga kerja, dan investasi tak lepas dari kebijakan pro-industri Menteri Perindustrian. Antara lain reformasi TKDN, kebijakan _non-tariff barrier_, pembangunan kawasan industri, serta perlindungan industri dari gempuran produk impor.
Ia menambahkan, penguatan sektor industri juga berjalan berkat arahan Presiden Prabowo Subianto dan sinergi antar kementerian/lembaga.
Kemenperin menilai masuknya investasi ke manufaktur akan memperkuat kapasitas produksi, mendorong ekspor bernilai tambah, dan memperluas lapangan kerja berkualitas. Pemerintah kini mengarahkan investasi ke sektor prioritas: mamin, kimia, farmasi, otomotif, elektronika, tekstil, hingga hilirisasi SDA.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Di tengah tekanan rantai pasok global, fluktuasi energi, dan tensi geopolitik, industri nasional tetap tumbuh di atas 5 persen. Ini menunjukkan resiliensi dan daya saing yang terus meningkat,” kata Febri.
Kemenperin optimistis tren positif berlanjut lewat hilirisasi, substitusi impor, penguatan TKDN, transformasi industri 4.0, serta perluasan pasar ekspor nontradisional. “Kami ajak semua pihak lihat manufaktur secara objektif berbasis data. Industri Indonesia terus menuju penguatan struktur ekonomi nasional,” pungkasnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!